Donald Trump mengaku sudah memenangi perang dagang menentang China. Trump memperjelas tarif import terbarunya yang diaplikasikan pada beberapa barang asal China akan membuat AS memaksakan Negeri Panda itu untuk memberikan US$ 100 miliar ke pihak Departemen Keuangan AS.
Klaim Trump itu dipandang terlalu berlebih. Presiden AS itu seakan-akan tidak tahu siapa yang membayar bea cukai selanjutnya. Menurut prediksi dari Oxford Economics pengeluaran rumah tangga Amerika akan bertambah US$ 800. Ini sebabkan sebab harga barang asal China bisa menjadi tambah mahal sebab dipakai bea tarif tinggi.
Ujung-ujungnya tarif yang dipakai oleh pemerintah AS itu akan ditanggung pada customer Amerika. Sudah diketahui, perundingan AS serta China pada Jumat 10/05/2019 ada dibawah desakan. Penambahan desakan itu berlangsung sesudah Trump meningkatkan tarif beberapa barang China sejumlah $ 200 miliar
Nah sebelum pertemuan berjalan, Beijing balik memberi respon serbuan Trump itu serta janji untuk membalas. Situasi panas berikut yang lalu memberi warna pertemuan AS-China tempo hari dengan tanpa ada hasil sesudah rumor perang dagang ini diawali dari musim panas kemarin.
Menurut Trump kebijaksanaan pengenaan tarif atas produk China itu akan memberi keuntungan buat AS sebab bea masuk penambahan yang saat ini akan mengalir ke Daftar A.S.
Tetapi pengenaan tarif yang tambah tinggi untuk beberapa barang Cina akan kurangi perkembangan ekonomi AS. Ekonom Greg Daco di Oxford Economics memprediksi jika tarif yang berlaku semenjak tahun kemarin mendesak produk domestik bruto AS seputar 0,1 point prosentase tahun ini.
Bila Cina membalas, menurut Daco, akan memotong PDB AS sebesar 0,3 point prosentase tahun kedepan, cost ekonomi AS seputar $ 62 miliar.






