NZD menanggung derita penurunan kronis semenjak bulan Juli, sampai cetak posisi paling rendah baru semenjak bulan September 2015 dalam perdagangan session Asia 29/8.
Waktu berita dicatat, NZD/USD sudah bergerak naik 0.13 % ke 0.6344, tapi belum keluar dari desakan bearish multi-tahun. Outlook bidang usaha yang lebih buruk masih memberatkan Kiwi.
Hasil survey ANZ Bank tentang kepercayaan usaha Business Confidence New Zealand pada bulan Agustus 2019 jatuh dari -44.3 % jadi -52.3 %.
Ini berarti, sekitar 52.3 % peserta survey dari golongan pelaku bisnis memprediksi iklim usaha akan lebih buruk tahun kedepan, bertambah dari pesimisme 44.3 % peserta survey bulan Juli.
Perkiraan peserta survey tentang prospek usaha mereka sendiri suram. Sekitar netto 5 % responden pada bulan Juli memprediksi keadaan usaha akan sembuh.
Tapi hasil survey bulan Agustus tunjukkan 0.5 % peserta survey meramalkan keadaan usaha akan alami penurunan. Ini adalah keadaan terjelek hampir mencapai satu dekade.
Hasil survey ANZ Bank tunjukkan jika harapan inflasi turun mencolok dari 1.81 % jadi 1.70 %. Ini adalah posisi paling rendah semenjak akhir tahun 2016, serta memberikan indikasi jika pergerakan inflasi makin menjauh dari sasaran bank sentra New Zealand RBNZ.
Imre Speizer dari Westpac menjelaskan pada New Zealand Herald, Ini satu laporan yang benar-benar mengagetkan, tidak ada kebimbangan mengenainya. Sejumlah besar elemen serta detil dalam laporan itu menyedihkan.
Speizer memprediksi RBNZ tidak akan suka melihat laporan kepercayaan usaha kesempatan ini. Permasalahannya, RBNZ barusan memotong suku bunga sebesar 50 basis point ke posisi paling rendah historis pada 1 % diawalnya bulan Agustus.
Cara barusan diambil oleh RBNZ jadi usaha pre-emptive untuk mengatasi intimidasi perlambatan ekonomi global yang diakibatkan oleh perang dagang AS-China. Tetapi, bila disaksikan dari tanggapan pelaku bisnis, karena itu ada peluang langkah RBNZ justru menyebabkan kecemasan.
Ada banyak pembicaraan tentang apa pemotongan 50 basis point itu bisa menjadi satu pendorong atau penekan perekonomian. Langkah itu dapat dilihat dari ke-2 bagian, tuturnya.
Masalahnya RBNZ umumnya lakukan pergantian suku bunga setahap per-25 basis point saja, terkecuali saat kritis. Saat musibah gempa Christchurch pada tahun 2011 yang menyebabkan kritis domestik, RBNZ sudah sempat memotong suku bunga sampai 50 basis point.
Oleh karenanya, beberapa pelaku bisnis bisa jadi justru bertanya-tanya, kondisi genting seperti apa yang sangkanya menggerakkan RBNZ untuk memotong suku bunga besar awal bulan ini. Kegelisahan semacam itu peluang menyebabkan jeleknya outlook usaha bulan Agustus.






