Beranda Analisa Forex Penurunan Data Ritel Dorong Investor Risk-Off, Dolar AS Kuat

Penurunan Data Ritel Dorong Investor Risk-Off, Dolar AS Kuat

486
0

DXY reli semenjak awal session New York tempo hari sampai awal session Eropa hari 16/4, mengejar launching data pemasaran ritel Amerika Serikat yang teramat menyedihkan.

Waktu kabar dicatat, DXY mencatat peningkatan harian seputar 0.3 % pada angka 99.84 sebab investor pilih USD untuk asset pilihan pada keadaan risk-off. Greenback terlihat kuat versi bermacam mata uang mayor yang beresiko tambah tinggi.

Data pemasaran ritel AS tempo hari disampaikan jatuh 8.7 % untuk periode Maret 2020.

Ini adalah pengurangan bulanan paling besar semenjak pendataan data di tahun 1992, hingga menghidupkan kecemasan mengenai efek epidemi virus Corona COVID-19 yang lebih lama serta membekas dalam perekonomian.

Permasalahannya, berbelanja customer meliputi lebih dari dua pertiga kesibukan ekonomi yang diakui dalam GBP AS.

Dalam laporan terpisah, Federal Reserve memberitahukan output manufaktur ambruk 6.3 % pada bulan Maret 2020. Itu adalah penurunan paling kronis semenjak bulan Februari 1946.

The Fed daerah New York memberikan laporan jika indeks manufaktur yang mencari kesibukan ekonomi di negara sisi ini tersuruk di rekor paling rendah selama riwayat.

Data-data yang sangat menyedihkan itu memupus kepercayaan diri yang pernah muncul mengejar laporan mengenai berkurangnya perkembangan masalah COVID-19 di benua Eropa.

Ditambah lagi perkembangan masalah di Amerika Serikat justru naik semakin tinggi. AS sekarang mencatat jumlah korban terkena atau korban wafat karena COVID-19 yang paling besar di dunia.

Dolar menjaga momentumnya mengejar data AS tempo hari,  kata Kazushige Kaida, pimpinan forex di State Street cabang Tokyo, seperti dikutip oleh Reuters.

Tapi pemain inti di pasar saat ini ialah account ter-leverage periode pendek, atau uang panas. Sedikit investor yang mengambil sisi di sini.

Karena rasio serta lingkup shutdown AS, sangkaan paling baik kami ialah perekonomian alami kontraksi sebesar seputar 13 % sebelum kita mulai melihat proses berguling dalam pembukaan kembali lagi Amerika Serikat mulai pertengahan Mei,  tutur James Knightley dari ING.

Ini akan menyertakan beberapa bentuk limitasi sosial, hingga kembalinya ‘business as usual’ dapat memerlukan waktu beberapa bulan – kami tidak memprediksi sembuhnya output yang hilang sampai pertengahan 2022.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses