Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Penolakan Brexit, Pound Naik

Penolakan Brexit, Pound Naik

679
0

Pound kuat pada hari Rabu sesudah jatuh gabungan Inggris Begitu menampik kesepakatan Brexit Perdana Menteri Theresa Mei, meningkatkan pertanggungan berkaitan selamatkan Inggris dari Uni Eropa.

 

GBP/USD ada di 1,2862 pada 03:54 ET 08:54 GMT sesudah jatuh serendah 1,2667 di akhir Selasa. Parlemen di hari Selasa Memberi suara 432-202 menantang kesepakatan Mei, Kekalahan Parlementer untuk pemerintah dalam riwayat Inggris belakangan ini.

 

Sterling sudah terbenam lebih dari 1% pada dolar sesudah pengambilan suara, sebelum rebound sebab kekalahan yang lumayan besar untuk Mei tampak melawan Inggris untuk memperoleh pilihan yang berlainan. Pilihan-pilihan itu masih tetap bisa diambil di hasil yang begitu berlainan, dari mulai referendum lainnya yang selanjutnya geser Brexit ke pergolakan politik yang ke arah ke geser.

 

Sementara margin rugi Mei ialah surprise, kekalahan tersebut ialah suatu yang sudah dipastikan oleh pasar untuk waktu yang lama serta yang di setujui peserta peserta celana pendek dalam pound sesudah pengambilan suara, kata Yukio Ishizuki, paka taktik mata uang senior di Daiwa Dampak.

 

Pasar saat ini memperhitungkan tenggat waktu Brexit Maret yang diperpanjang. Dalam periode panjang, pasar dapat menjadi dua skenario – Brexit tiada kesepakatan atau benar-benar tidak Brexit. 

 

Batas waktu untuk Brexit ialah 29 Maret, tapi dengan waktu selalu berjalan cepat, saat ini di luncurkan Inggris akan mencari penyelesaian tenggat waktu.

 

Sterling dikit beralih pada euro, dengan EUR / GBP di 0,8874. Mata uang tunggal bertahan menantang mata uang AS, dengan EUR / USD beralih tangan pada 1,1419.

 

Yen, umumnya dicari oleh investor menjadi tempat yang aman selama saat ekonomi atau pasar, ialah sentuhan yang tambah tinggi pada dolar, dengan USD / JPY naik 0,12% jadi 108,53.

 

Indeks dolar AS, yang mengukur kemampuan greenback pada sekeranjang enam mata uang penting, naik 0,18% jadi 95,50. Greenback masih ada di belakang sesudah Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer menjelaskan dia tidak lihat perkembangan yang dibikin pada permasalahan struktural saat perbincangan AS dengan China minggu kemarin.

 

Investor sangat bernilai di hasil negosiasi perdagangan AS-Cina, tapi mungkin lebih diperlukan dibanding sebelumnya, kata Ayako Sera, ahli taktik pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank.

 

Susah buat sentimen pasar untuk kembali Arah, apa kembalikan atau turunkan, saat belum juga jelas apakah hasil yang akan berlangsung. Dolar pun tertekan oleh berkurangnya harapan jika Federal Reserve selalu tingkatkan suku bunga tahun ini sebab pelemahan dalam perkembangan global.

 

Presiden Fed Kansas City Esther George di hari Selasa membuat kesabaran serta kehati-hatian pada kenaikan suku bunga untuk hindari perkembangan tersumbatnya.

 

Komentarnya menggemakan opini ketua Fed Dallas Robert Kaplan, yang menjelaskan Selasa jika bank sentra AS mempunyai kemewahan untuk menanti sebelum meningkatkan suku bunga kembali, serta mesti memperoleh keuntungan darinya.

 

Kaplan serta George ialah petinggi Fed paling baru yang masuk dengan mufakat konsensus untuk terima suku bunga di terima sampai sekuritas ekonomi yang berlainan tuntas.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses