Pasangan USD/CAD melompat sampai mengapai posisi 1.3400 kembali, walau launching data penjualan ritel Kanada sedang mengalami kenaikan.
Memasuki session Asia 19/4, USD/CAD terkoreksi tipis ke posisi 1.3369, tapi masih tetap condong bullish. Desakan bearish yang dihadapi oleh Dolar Kanada ini karena disebabkan laporan penjualan ritel AS dipandang lebih solid.
Tubuh Statistik Kanada memberikan laporan jika penjualan ritel sedang mengalami kenaikan 0.8 % MoM saat bulan Februari 2019, karena penambahan penjualan toko kelontong dan dealer kendaraan bermotor serta suku cadang.
Data penjualan ritel pokok pun naik 0.6 % MoM, melebihi harapan yang dibanderol pada 0.2 % saja. Tetapi, analis menganggap kurang memuaskan.
Angka penjualan ritel ini hari bagus disaksikan dari jauh, tapi sebetulnya jauh dari bagus, tegas Karl Schamotta kelihatannya cukuplah menjanjikan.
Tetapi, demikian Anda menguliti efek pertukaran harga, Anda akan sadar tidak melihat satu laporan yang mengubah arah gerakan Dolar Kanada dengan menegangkan.
Sebaliknya apa yang kita lihat sekarang ini ialah customer Amerika Serikat lebih kuat dibanding mentukarsipasi simpatisan pasar, lanjut Schamotta.
Di hari Kamis, data penjualan eceran Amerika Serikat diadukan bertambah 1.6 % Month-over-Month selama bulan Maret 2019, rekor terbaik dalam lebih dari setahun paling akhir.
Dalam rapat yang diselenggarakan minggu kedepan, bank sentra Kanada Bank of Canada/BoC diekspektasikan tidak akan mengubah kebijaksanaan moneternya.
Satu polling Reuters belakangan ini tunjukkan jika responden cuma mempertimbangkan kecil kemungkinan BoC akan menjaga suku bunga selama tahun ini, serta cuma ada dikit kesempatan kenaikan suku bunga pada awal tahun 2020.
Walaupun perform penjualan ritel yang lumayan memberikan indikasi jika rumah tangga penduduk ada dalam situasi yang lebih baik dibanding perkiraan kita, tapi outlook perkembangan berbelanja customer masih mencemaskan, tulis Stephen Brown, seseorang ekonom dari Capital Economics.
Dinamika ekonomi Kanada pada umumnya sekarang sangat dikuasai oleh harga minyak mentah serta iklim perdagangan global.
Harga minyak mentah WTI sudah statis pada posisi pada USD63-65 per barel dalam hampir dua minggu paling akhir, hingga muncul kecemasan jika relinya sudah selesai. Selain itu, negosiasi perdagangan AS-China belum tunjukkan perkembangan relevan.






