Dalam perdagangan pasar uang memasuki sesi siang ini, dari data keseluruhan dolar AS berasil bergerak naik bersamaan dengan semakin melemahnya kapasitas industri Jepang.
Sesuai yang kita ketahui dalam perdagangan sebelumnya, kondisi dolar AS mampu memberikan tekanan terhadap mata uang pesaingnya.
Hingga kondisi tersebut menyebabkan pasangan EURUSD sesi penutupan melemah di posisi 1,1602, pasangan GBPUSD sesi penutupan melemah di posisi 1,3029, pasangan AUDUSD sesi penutupan menguat di posisi 0,7214 serta pasangan USDJPY sesi penutupan menguat di posisi 113,67.
Sedangkan dalam perdagangan pagi ini, pasangan EURUSD bergerak di posisi 1,1607, pasangan GBPUSD bergerak di posisi 1,3041 pasangan AUDUSD di posisi 0,7221 serta yen berada di posisi 113,76.
Kondisi indeks dolar AS diperdagangan dalam situasi yang lebih baik dengan pendorong sesudah beberapa pelaku pasar yang sudah melakukan aktifitasnya dengan mengoleksi kembali kepemilikan dolar AS
Setelah Fed meeting yang akan memutuskan bertambahnya suku bunga yang ke-7 saat krisis 2008 dari sejak bulan Desember 2015 dengan berada di 25 bps ke 2,25%.
Jerome Powell yang mengatakan jika ekonomi AS yang masih menunggu keputusan kenaikan suku bunganya hingga selanjutnya kenaikan akan ada kepastiannya.
Keadaan ini sudah sempat membuat Presiden Donald Trump keluarkan komentar di mana dianya kurang senang dengan semakin bertambahnya suku bunga the Fed.
Dimana Trump berasumsi jika keadaan ini akan digunakan pihak luar AS dengan manfaatkan defisit perdagangan yang semakin melebar hingga semakin sewenang-wenang pada AS.
Kelihatannya ini adalah dikit himbauan supaya dolar tidaklah terlalu menguat semakin besar saat kenaikan suku bunganya. Akan tetapi data perkembangan periode bulan lalu yang mengalami kenaikan yang cukuplah berarti dan laporan pesanan barang AS yang juga naik.
Penguatan dolar sukses dikerjakan karena pengakuan Powell jika ekonomi AS begitu kuat serta perlu kenaikan suku bunga selanjutnya. Akan tetapi diakhir minggu, penguatan dolar yang didukung oleh defisit Italia yang melebar namun data inflasi AS tengah mengalami penurunan hingga support naiknya suku bunga Fed dikit menyusut.






