Dolar AS yang harus terhempas hari Kamis, bergerak melemah pada beberapa mata uang paling utama di dalam kecemasan Senat juga akan menggagalkan gagasan reformasi pajak dari Presiden AS Donald Trump sesudah beredar berita kalau Senat juga akan tunda pemotongan pajak perusahaan hingga tahun 2019.
Dari data MetaTrader yang dipakai tim FS88 Research Division tunjukkan Dixie/DXY atau Indeks Dolar AS, sebagai acuan untuk lihat kemampuan greenback pada perdagangan yang masih tertimbang enam mata uang paling utama, kemarin berkahir dengan menurun 0, 36% di 94, 40.
Dalam perdagangan hari Kamis keterangan Senat Republikan merencanakan untuk menyarankan penundaan pemotongan untuk tarif pajak perusahaan sebesar 35% jadi 20% hingga 2019, sekian laporan The Washington Post kemarin, dengan mengatakan ada empat orang berikan keterangan tentang rencana itu.
Langkah untuk tunda pajak perusahaan adalah perubahan penting dari pandangan Presiden Donald Trump kalau pemotongan pajak selekasnya dibutuhkan untuk merangsang ekonomi.
Aspek beda yang ikut membebani dolar AS yaitu satu laporan yang tunjukkan kekurangan di pasar tenaga kerja sesudah klaim pengangguran awal yang berhasil naik lebih dari yang diprediksikan pada minggu kemarin.
Departemen Tenaga Kerja AS memberikan laporan kalau klaim pengangguran awal bertambah 10. 000 ke 239.000 untuk minggu yang selesai pada tanggal 4 November, diatas perkiraan kenaikan 2.000 jadi 232. 000.
Disamping itu euro menguat pada dolar AS sesudah Komisi Eropa membuat revisi projectsi perkembangan untuk zone euro tahun ini tetapi turunkan perkiraan perkembangan tahun depan.
EUR/USD selesai naik 0, 4% di $1, 1642 sesaat EUR/GBP ditutup dengan naik 0, 16% di £0, 8855. Sedangkan USD/JPY ditutup dengan turun 0, 35% di ¥113, 45 dengan terjadi aksi jual tajam di ekuitas Asia hari Kamis.
USD/CAD berkahir turun 0, 36% jadi C$1, 2680 disebabkan gerakan harga minyak yang lebih tinggi menolong mensupport loonie.
GBP/USD yang berhasil mengakhiri sesi perdagangan dengan laju naik 0, 23% jadi $1, 3146 tetapi pasangan mata uang itu tetaplah dibayang-bayangi tekanan di dalam kecemasan kalau negosiasi Brexit makin tidak jelas.






