GBP/USD dalam perdagangan disekitar 1.2250, berhasil naik berdasarkan zona merah selama beberapa bulan selesainya Federal Reserve AS mengurangi taraf suku bunga sebesar 75 basis poin dari taraf bunga pinjamannya dan mengumumkan ronde berikutnya dari pembelian obligasi QE sebesar USD 750 miliar.
Ini merupakan pemangkasan taraf suku bunga emergency oleh the Fed dalam 2 minggu terakhir dan keputusan ini keluar menggunakan beberapa hari sebelum rendezvous FOMC yang telah diskedulkan dalam hari Rabu, menandakan daruratnya situasi sekarang ini.
Pandangan pasar yang masih melihat bagi the Fed, buat tindakannya mampu bekerja, negara lainnya harus menyusul mengurangi lebih jauh, membuat skema beberapa langkah likuiditas tambahan, membuat terjadinya perlombaan ke posisi dasar di pasar forex.
Pasangan GBP/USD mengalami aksi jual dengan tajam dalam hari Jumat minggu kemudian dan kini sedang mencoba untuk menerima suatu support.
Penggerak pasar yang mengatur harga pada jangka pendek yang masih dalam perkembangan coronavirus mengadakan langkah tambahan dari bank sentral.
Sesuai dengan analisa teknikal, penurunan pasangan tersebutakan berhadapan dengan support terdekat pada 1.2214 bila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2161 lalu 1.2076.
Sedangkan peningkatannya akan berhadapan menggunakan resistance terdekat pada 1.2350 yang bila berhasil dilewati akan lanjut ke posisi 1.2385 dan lalu 1.2438.
Peluang Trading EUR/USD Selasa 17/03/20
Usai mengalami benturan dan menurun ke kurang lebih 1.1120, pasangan mata uang EUR/USD berhasil bergerak naik dan mampu mengambil posisi di 1.1160.
Kondisi ini disebabkan karena terjadinya aksi jual terhadap dolar AS, khususnya selesainya konvoi menurut the Fed atas tingkat suku bunganya pada akhir minggu kemudian.
Federal Reserve AS dalam hari Minggu sore dengan mengurangi tingkat bunga kuncinya sebesar 1.0% menjadi 0%-0.25%.
The Fed yang memberikan energi tambahan sebesar $700 miliar ke pihak keuangan AS untuk membuka jalur swap bersama dengan bank sentral primer lainnya, sebagai bisnis buat permanen menjaga likuiditas di pasar keuangan.
Presiden Trump dan Kongres pada akhir minggu setuju buat menambah bantuan bagi bisnis dan konsumen yang harus terkena negatif sang endemi coronavirus. Diperkirakan memerlukan waktu paling sedikit 2 bulan supaya situasi mampu dibawah kendali.
Pasangan mata uang tersebut mengakhiri penurunannya dalam perdagngan hari ini disebabkan karena ECB mengembangkan Quantitative Easing dan merilis langkah-langkah likuiditas ekstra pada rendezvous kebijakannya minggu yang lalu.
Dilihat dari sudut pandang ekonomi, hasil itu lebih banyak daripada diperkirakan di Jerman di daratan Eropa yang lebih luas kelihatannya sudah menyalakan langkah optimisme diantara sejumlah investor yang mungkin bisa pulih di zona Eropa bersama pasangan mata uang ini.
Meskipun perkembangan coronavirus dan dampaknya terhadap ekonomi masih tetap memberikan sugesti sentimen pasar pada jangka pendek.
Termasuk prediksi pelonggaran ekstra oleh ECB yang bisa memberikan keraguan atas perkembangan laju pasar berdasarkan pasangan EUR/USD.
Sesuai analisa tehnikal, jarak yang terdekat menanti pada 1.1226 yang bila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1262 dan lalu 1.1320.
Sedangkan dukungan terdekat menunggu pada berada di posisi 1.1145 apabila berhasil dilalui akan lanjut ke posisi 1.1110 dan lalu 1.1074.






