Dalam kondisi saat ini mata uang yang paling tinggi nilainya adalah dolar AS, akan tetapi bisa diantar membuat GBP/ USD menurun ke posisi terenda sejak 35 tahun.
Dan pada akhirnya terkoreksi tidak lama kemudian bergerak naik ke posisi 1.1650 ada pada saat gejala virus Corona meluas.
Laju dari GBP/USD masih menunggu surat dari coronavirus virus dan semua yang memiliki hubungan dengan permasalahan di berbagai negara yaitu virus korona.
Dalam perdagangan pekan kemarin pasangan GBP/USD terendah yaitu 1.800 terjadi cukup cepat yakni 10 hari.
Hingga yang tersebut membuat volatilitas yang semakin tinggi utama disebabkan semakin meningkatnya nilai tukar dolar AS.
Kekhawatiran saat ini masih menyebabkan pertumbuhan ekonomi global semakin melemah Hal itu membuat nilai mata uang ke mata uang dolar AS walaupun berbagai usaha tidak dilakukan sejumlah Bank Sentral agar bisa memberikan harapan yang lebih baik.
Andrew Bailey selaku Gubernur Bank of England menurunkan jumlah suku bunga sebesar 0.10%, posisi ini menjadi paling rendah Dalam sejarah perjalanan mata uang selama 300 tahun.
Halo juga merilis program QE yang mencapai £200.
Melihat kondisi ini kedua negara sedang mempertimbangkan untuk menambah stimulus fiskal, dari pihak Amerika Serikat ingin memberikan bantuan sebesar $1 triliun inggris makan obat dibacakan setiap harinya dengan berbagai target agar kita lebih baik.
Sedangkan efek dari virus Corona yang meninggal diperkirakan semakin lebih banyak data di pekan ini, boris Johnson lagu perdana menteri segera merilis restriksi yang dihasilkan memberikan kejutan di bidang perekonomian.
Melihat jumlah dari makhluk ekonomi yang sebelumnya selalu menunjukkan grafik naik baik dari data PMI manufaktur maupun dari bidang jasa.
Sedangkan pada bulan Februari jumlah BMI kurang lebih 50 sedangkan di bulan maret diberikan akan jatuh menjadi 40, penurunan ini akan memberikan dampak terhadap Poundsterling.
Tidak hanya itu angka consumer price index dalam bulan Februari hanya mencapai 1,8%, kondisi tersebut masih belum bisa dipertahankan untuk bulan ini diperkirakan akan turun sebesar 1,7 %, ini pihak dari Bank of England akan menggelar Konvensi yang sudah dilaksanakan ketiga kalinya dalam bulan Maret.






