Setelah menghabiskan paruh pertama pada hari Selasa kemarin dibawah desaka bearish berada 1.0850, pelemahan USD secara luas memberikan ijin pasangan mata uang EUR/USD buat mendapatkan daya tarik dalam perdagangan sesi Amerika Serikat dengan kenaikan hingga 0.25% pada 1.0878.
Sebelumnya EUR/USD dalam perdagangan disekitar 1.0850, berusaha mempertahankan keuntungan sehabis dolar AS turun dengan jatuhnya imbal hasil pada saat endemi virus corona. GDP Jerman dikonfirmasi di 0%.
Pasangan EUR/USD mendekati ketinggian mingguan 1.0871 pada sesi penutupan perdagangan hari Senin, selanjutnya mulai turun dalam awal perdagangan sesi Asia, dalam perdagangan disekitar 1.0840 menjelang awal perdagangan sesi Amerika Serikat.
Sentimen pasar yang suram terus terjadi, menggunakan indeks Eropa berwarna merah pada saat kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan mengikuti kepemimpinan Wall Street yang jatuh terjerembab dalam hari Senin.
Sejumlah permintaan pada obligasi treasury AS yang safe-haven tetap kuat, imbal output berdasarkan benchmark 10 tahun, yang sudah turun hampir 7% pada hari Senin.
Menghapuskan lagi lebih berdasarkan 4% dan mencapai kerendahan sepanjang saat pada 1.314% yang membebani greenback. Indeks dolar AS DXY memperpanjang penurunannya dan jatuh ke zona merah selama 12 hari di 98.94 dalam jam terakhir perdagangan.
Sedangkan, Jerman merilis GDP kuartal ke IV versi final yang mengkonfirmasi taraf pertumbuhan sebesar 0.0% QoQ dan 0.3% YoY.
Sedangkan Richmond Fed Manufacturing Index pada bulan Februari turun ke -dua menurut 20 pada bulan Januari dan meleset jauh menurut asumsi para analis di 13.
Penurunan pulang dari pasangan ini akan berhadapan menggunakan support terdekat pada 1.0814 yang jika berhasil dilalui akan lanjut ke 1.0776 dan lalu 1.0747.
Sedangkan kenaikan akan berhadapan dengan resistance terdekat di 1.0881 yang bila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0910 dan kemudian 1.0949.






