Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Pasangan USD/CHF Tertekan Akibat Menurunnya Pengangguran dan Minat Resiko

Pasangan USD/CHF Tertekan Akibat Menurunnya Pengangguran dan Minat Resiko

955
0

Memasuki sesi perdagangan Eropa 10/Desember, Franc Swiss bergerak kuat untuk tiga hari berturut-turut pada Dolar AS. Pasangan USD/CHF terpantau sudah sempat anjlok ke posisi paling rendah semenjak 17 Oktober berada di  0.9870, meskipun merangkak naik kembali pada  posisi 0.9900.

 

Gerakan ini di pengaruhi oleh launching beberapa data dalam beberapa waktu paling akhir, dan pergantian minat resiko pasar. Lael Brainard menjelaskan jika deskripsi ekonomi AS pada umumnya positif, tapi ada perkembangan resiko di luar negeri serta utang korporasi di negeri.

 

Partnernya, Presiden Fed St Louis, James Bullard, ikut mengulang kembali himbauannya supaya Fed hentikan menguatnya suku bunga untuk sesaat ini.

 

Komentar kedua-duanya saat launching data Nonfarm Payroll yang menyedihkan, tingkatkan spekulasi jika Fed akan menggagalkan gagasan menguatnya suku bunga tahun kedepan, sekaligus juga mendesak tempat Dolar AS di pasar mata uang.

 

Siang tadi, SECO memberikan laporan jika tingkat pengangguran Swiss alami penurunan dari 2.5 % jadi 2.4 % seasonally adjusted bulan November. Angka itu lebih baik dari harapan, sebab perkiraan awal memprediksi data masih 2.5 %.

 

Di lain sisi, keinginan atas mata uang Safe Haven seperti Yen Jepang serta Franc Swiss ikut bertambah karena beberapa moment terpenting minggu ini.

 

Seperti diutarakan dari Kyosuke Suzuki dari Societe Generale, Kita miliki penambahan ketegangan pada AS serta China mengenai Huawei serta voting Brexit di parlemen Inggris yang diskedulkan diselenggarakan minggu ini. Kesamaan hindari resiko peluang akan bertahan untuk sekarang ini.

 

Meskipun Donald Trump serta China Xi Jinping sudah menyetujui gencatan senjata saat 90 hari awal bulan ini, tapi ketegangan yang semakin bergejolak minggu kemarin sesudah penangkapan Meng Wanzhou, di Vancouver atas keinginan AS.

 

Profil top di perusahaan tehnologi paling besar China itu dicekal atas dakwaan pelanggaran hukuman AS atas Iran, tapi aktor pasar cemas insiden ini sebetulnya menunjukkan keengganan AS untuk menjalin hubungan baik dengan China.

 

Konflik yang terjadi di London, Theresa May melawan pemberontakan sejumlah internal partainya sendiri mendekati voting proposal Brexit yang sedianya diselenggarakan di hari Selasa yang akan datang.

 

PM May bersikukuh ajukan proposal yang muatannya polemis, sesaat massa dari pihak pro serta anti Brexit saling turun ke jalan untuk menampik proposal itu. Jika voting besok selesai dengan mufakat anggota parlemen menampik proposal itu, jadi hari esok politik May menjadi Perdana Menteri Inggris akan terancam.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses