Mata uang Euro meneruskan kenaikan hari ke empat berturut-turut pada Dolar AS dalam perdagangan hari Rabu ini 13/3. Cemerlangnya data produksi industri Zone Euro serta lemahnya beberapa laporan ekonomi Amerika Serikat sudah mengangkat pasangan mata uang EUR/USD sampai mencatat kenaikan 0.12 % ke posisi 1.1301 pada awal session New York.
Euro pun kuat vs Yen Jepang pada rata-rata 125.85, walau melemah pada Poundsterling yang tengah diombang-ambingkan oleh rumor brexit.
Pada pertengahan session Eropa, instansi Eurostat memberikan laporan jika produksi industri Zone Euro alami kenaikan 1.4 % MoM dalam bulan Januari 2019 lebih baik dibanding harapan 1.0 % ataupun perform bulan Desember yang cuma -0.9 %. Dengan YoY, produksi industri pun lebih baik dari -4.2 % jadi -1.1 % pada awal tahun ini.
Di lain sisi, data Core Durable Goods Orders dari Amerika Serikat diadukan -0.1 % Month-over-Month pada bulan Januari, bukannya bertambah +0.1 % seperti diprediksikan awal mulanya.
Producer Price Index PPI pun cuma tumbuh 0.1 % Month-over-Month dalam bulan Februari, meleset dari harapan yang dibanderol pada 0.2 %. Kedua-duanya kompak memvisualisasikan pudarnya momen pemulihan ekonomi Paman Sam.
Gabungan launching data ekonomi ini hari condong positif buat Euro, tapi gerakan EUR/USD terlihat sangat hanya terbatas. Salah satunya penyebabnya, bias kebijaksanaan bank sentra Eropa masih tetap condong pada pelonggaran moneter, sebab mereka sudah menginformasikan gagasan peluncuran program TLTRO baru pada bulan September yang akan datang.
Di lain sisi, bank sentra AS diduga takkan lakukan pertukaran kebijaksanaan dalam bulan ini serta selalu menjaga tingkat suku bunga Fed yang tambah tinggi daripada suku bunga Eropa. Baik laporan ekonomi yang launching Amerika Serikat ataupun Zone Euro ini hari peluang akan tidak mengubah bias kebijaksanaan semasing bank sentra sampai beberapa waktu ke depan.
Diluar itu, Euro pun dikit banyak di pengaruhi oleh imbas ketidakpastian Brexit. Beberapa negara penting Zone Euro punya potensi terserang dampak negatif jika Inggris keluar dari kesatuan politik-ekonomi ini tiada persetujuan apa pun No-Deal Brexit.
Oleh karena itu, aktor pasar pun menyoroti voting parlemen Inggris yang akan diadakan kelak malam, tentang peluang No Deal Brexit.






