Dolar akhiri perdagangan minggu kemarin dengan sedikit kenaikan pada sebagian major currencies pesaingnya sesudah beberapa data ekonomi AS mensupport harapan pada peluang Federal Reserve menambah suku bunga di bulan ini dalam publikasi notulen FOMC yang berlangsung Kamis 22 Maret minggu yang akan datang.
Federal Reserve diprediksikan banyak analis juga akan menambah suku bunga seperempat point dalam notulen meeting kebijakan moneter Federal Reserve. Hingga konsentrasi investor yaitu pada FOMC Press Conference untuk mencari tanda-tanda selanjutnya pada laju pengetatan moneter bank sentral AS.
Laporan AS yang dilaunching Jumat kemarin tunjukkan kalau Industrial Production untuk bulan Februari mencatat perkembangan cukup penting. Demikian juga laporan terpisah yang mengatakan kalau Consumer Sentiment AS naik lebih dari perkiraan.
Euro terpantau melemah pada Dolar, dengan penurunan 0. 12% di level 1. 2290. Tetapi Dolar jatuh ke level paling rendah 1 minggu pada safe-haven Yen, di dalam kecemasan investor pada ketidakpastian politik di Washington serta potensi akibat ekonomi dari tarif import AS.
Sedangkan untuk Indeks Dolar yang mewakili kemampuan USD pada sebagian mata uang paling utama yang lain mencatat kenaikan 0. 17% di selama minggu (12 – 16 Maret 2018), tutup harga di level 90. 17.
Disamping itu Sterling tidaklah terlalu banyak berubah pada Greenback, diakhir minggu terdaftar naik tidak tebal 0. 04% di level 1. 3942. Untuk minggu selanjutnya, pertemuan G20 di Argentina serta ancaman perang dagang juga akan jadi konsentrasi sampai mendekati pengumuman the Fed hari Kamis 22 Maret.
USD/JPY alami penurunan 0. 31% di level 106. 00 mendekati penutupan diakhir minggu sesudah anjlok menyentuh 105. 60. Di selama minggu USD/JPY melemah 0. 84%. Sterling ada di tempat yang rawan dengan resiko kebijakan Brexit mendekati pertemuan puncak Uni Eropa serta pengumuman kebijakan moneter Bank of England.






