Beranda Analisa Forex Outlook FED Rate Hike Suram, Harga Emas Menguat Lagi

Outlook FED Rate Hike Suram, Harga Emas Menguat Lagi

827
0

Kemerosotan kurs Dolar pada sebagian mata uang mayor kembali mendorong harga emas bertambah. Harga emas di sesi Asia hari Selasa (18/07) ini terpantau naik, terangkat oleh pelemahan data ekonomi AS serta turunnya probabilitas rate hike oleh Federal Reserve yang akan datang.

 

Waktu berita ini ditulis, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus pada Comex New York Mercantile Exchange menguat sebesar 0. 24 % ke level harga 1,236 Dolar AS per troy ons serta harga emas spot XAU/USD alami kenaikan 0. 26 % ke kisaran level harga 1,237 Dolar AS. Sedang harga emas batangan pecahan 1 gr bersertifikat Logam Mulia punya PT Bermacam Tambang (Antam) Tbk flat di level Rp 587,000 serta harga buy back di level harga Rp 526,000.

 

Sepanjang beberapa waktu lalu, harga emas alami trend penurunan, namun sentimen bearish ini dengan perlahan-lahan digantikan dengan sentimen bullish. Gabungan pada testimoni Ketua the Fed Janet Yellen serta rangkaian data ekonomi AS yang melemah sudah jadi penyebabnya paling utama penambahan harga si kuning.

 

Sepanjang perdagangan hari Senin kemarin, untuk harga emas terpantau menguat ke level 1, 233 Dolar AS. Kenaikan harga logam mulia emas ini adalah teratas mulai sejak bulan Juni. Emas juga sudah mencatat penambahan mingguan paling besar yakini sekitaran 1. 5 %, sesudah dalam lima minggu paling akhir ambruk serta diperdagangkan di kisaran level rendah.

 

” Mendakinya harga emas di session hari Senin kemarin mendorong kenaikan emas diatas level perlu 1, 230 Dolar AS “, tutur Carsten Fritsch, seseorang analis di Commerzbank. Menurut Fritsch, bila emas dapat menjaga tempatnya diatas level itu, jadi peluang besar tren bullish Gold juga akan berlanjut.

 

Naiknya harga emas beberapa waktu terakhir dipicu dari laporan data indeks Manufaktur New York bulan Juni yang memerah. Data yang melukiskan keadaan usaha di ruang New York itu alami penurunan tajam dari level tinggi dua tahun, yaitu jadi ke level 9.80 dari mulanya 19.80. Laporan ini tunjukkan kalau jumlah pesanan baru, pengiriman, inventori, serta tenaga kerja ; semuanya alami penurunan.

 

Negatifnya launching data ekonomi ini menaikkan spekulasi kalau Federal Reserve akan tidak tergesa-gesa menambah tingkat suku bunga-nya kurun waktu dekat. Dapat dibuktikan dengan menyusutnya probabilitas rate hike The Fed. Berdasar pada FedWatch Tool punya CME Group, kesempatan kenaikan suku bunga pada bln. September cuma delapan %, serta untuk bln. Desember turun jadi 40 % dari mulanya 50 %.

 

” Makin lama tingkat suku bunga yang akan bertahan di kisaran nol, makin besar dampak kebijakan moneter bank sentral pada sentimen pasar “, kata Adrian Ash, Kepala Analis di BullionVault. Adrian menilainya, keadaan begini juga akan menguntungkan untuk gerakan harga emas dikarenakan beberapa pembuat kebijakan bank sentral belum juga bisa menambah suku bunga-nya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses