Beranda Analisa Forex Outlook Dolar AS, Inflasi Melebihi Target

Outlook Dolar AS, Inflasi Melebihi Target

564
0

DXY dalam perdagangan sideways pada session New York 13/2, sesudah pengumuman data inflasi.

Gerakan Dolar AS periode pendek nampaknya masih dikekang oleh kecemasan sekitar prediksi efek wabah virus Corona. Tetapi, sebenarnya data inflasi kesempatan ini semakin mengokohkan outlook Dolar AS.

Data sah bulan Januari 2020 memperlihatkan jika inflasi Amerika Serikat bertambah dengan pergerakan paling cepat semenjak Oktober 2018.

Perkembangan inflasi cuma 0.1 % versi harapan 0.2 % Month-over-Month, tapi perkembangan inflasi pokok tahunan konstan pada posisi 2.3 % versi konsensus 2.2 %.

Laporan itu mengisyaratkan inflasi terus meluncur dengan kecepatan tambah tinggi dibandingkan sasaran 2 % yang dipastikan oleh bank sentra AS Federal Reserve.

Karena itu, laporan dipandang makin menguatkan harapan pasar jika The Fed tidak mengubah kebijaksanaan benar-benar tahun ini.

Inflasi CPI Pokok kuat pada 2.3 %, tapi kami mengharapkannya naik sedikit dalam beberapa waktu ke depan, kata Ian Shepherdson.

Risiko disamping atas dibatasi oleh harga elemen medis serta sewa property, tapi keduanya meliputi 52 % dari data CPI Pokok, hingga butuh dilihat dengan jeli. Keduanya lebih penting dibanding harga TV serta T-shirt.

Pasar cuma mempertimbangkan kesempatan 5 % saja untuk pelonggaran moneter dalam ketetapan Fed tanggal 18 Maret akan datang, serta tingkat suku bunga 1.20 % versi tingkat suku bunga tengah Fed pada 1.63 % sekarang, kata Team Riddell, ahli taktik makro di Westpac.

Kestabilan suku bunga membuat urutan Dolar AS semakin kompak versi mata uang mayor lain. Euro, Yen Jepang, serta Franc Swiss terhitung beberapa mata uang yang akan terpukul terbesar sebab urutan suku bunga bank sentra mereka masih negatif.

Selain itu, Pound, Dolar Australia, Dolar New Zealand, serta Dolar Kanada, peluang akan dipengaruhi dalam rasio lebih moderat.

Baik RBA serta RBNZ terlihat nyaman dengan tidak mengubah suku bunga… Tapi kami memprediksi 2 kali pemotongan suku bunga oleh RBA.

Pada April serta Agustus, bawa suku bunga ke 0.25 %, diikuti dengan program pembelian obligasi kecil tetapi tanpa ada batasan waktu detil, lanjut Riddell.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses