Dolar New Zealand mencatat kenaikan hampir 0.3 % ke rata-rata 0.6661 pada Dolar AS pada session Asia hari 26/6, sesudah bank sentra New Zealand Reserve Bank of New Zealand/RBNZ menginformasikan tidak mengubah suku bunga saat rapat kebijaksanaan barusan pagi.
Kiwi unggul versi Dolar Australia dengan tempat AUD/NZD alami penurunan 0.16 % ke level 1.0467. Dalam rapat kebijaksanaannya, RBNZ putuskan untuk biarkan suku bunga masih pada level 1.5 %.
Ketetapan itu sesuai dengan harapan sebagian besar aktor pasar yang cuma menyimpan 25 % probabilitas pemangkasan suku bunga RBNZ bulan ini, serta malah mengimplikasikan 75 % probabilitas pemangkasan pada bulan depan.
Harapan pemangkasan suku bunga oleh RBNZ untuk bulan Agustus masih tinggi. Walau RBNZ menjelaskan jika suku bunga lebih rendah dibutuhkan tanpa ada mengacu kapan waktu akan dilakukan pergantian kebijkan, tapi mereka mengatakan jika outlook ekonomi global sudah lebih buruk.
RBNZ mengaku jika efek penurunan kegiatan dagang sudah bertambah, mengiaskan mengantisipasi akan resolusi perselisihan dagang AS-China mendekati pertemuan G20 di Jepang akhir minggu ini.
Dari sisi teknikal, Daniel Dubrovsky dari DailyFX mencatat, Harga NZD/USD duduk pas antara rata-rata resisten kunci pada 0.6664 serta 0.6682.
Ini ikuti pengujian dukungan 0.6482 pada tanggal 14 Juni, buka jalan buat suatu yang mungkin saja adalah skema bullish reversal Double Bottom. Jika resisten ditembus, karena itu ini mungkin saja peringatan akan dimulainya trend naik yang lebih panjang sesudahnya.
Lepas dari itu, pertemuan G20 masih jadi efek paling besar sekarang ini. Seperti diutarakan oleh Michael Zezas dari Morgan Stanley, Investor berhati-hati .
Walau pemberhentian sesaat perang dagang lebih baik dibanding eskalasinya, tapi itu tidak cukup melakukan perbaikan perekonomian sampai menahan munculnya jalan yang curam buat aset-aset beresiko.
Sebuah pemberhentian sesaat, terutamanya yang terlahir tanpa ada ketentuan serta ikuti satu periode yang ramai retorika, bisa menjadi positif, mensinyalkan jika kedua pihak ingin menghindarkan kehancuran ekonomi lebih jauh, kata Zezas, Apabila itu bersamaan dengan dovish-nya Fed.
Karena Itu pemberhentian perselisihan AS-China dapat mengangkat sentimen investor serta harga aset-aset beresiko dalam periode pendek. Tetapi, kami menilainya lebih seperti set-up untuk jual daripada katalis untuk menjadi lebih bullish.






