Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Nilai Tukar Rupiah Tergelincir

Nilai Tukar Rupiah Tergelincir

686
0

Rujukan nilai tukar JISDOR menurun dari Rp13,963 jadi Rp13,973 memasuki sesi perdagangan hari ini Selasa 23/7. Selain itu, kurs USD/IDR di perdangan spot mata uang terlihat bertambah di angka 0.3 % ke rata-rata Rp13,980.

 

Pelemahan ini tidak terlepas dari dampak bermacam sentimen di luar negeri, sesaat suport laporan ekonomi domestik condong minim.

 

Sedangkandalam negeri, nilai tukar Rupiah masih terbebani laporan Neraca Perdagangan Pemerintah RI untuk bulan Juni 2019 yang dikeluarkan minggu kemarin.

 

Laporan itu tunjukkan tempat surplus yang semakin tipis, sesaat export turun serta import membengkak. Kondisi ini jelas tidak akan mendukung perbaikan dalam tempat neraca transaksi memasuki kuartal II/2019.

 

Beberapa waktu selanjutnya, nilai tukar Rupiah sudah sempat kuat cukup cepat selesai pengumuman pemotongan suku bunga referensi Bank Indonesia.

 

Tetapi, pemotongan sebesar 25 basis point itu sesuai dengan harapan analis, serta aktor perdangan justru menginginkan akan dilakukan pemotongan suku bunga penambahan.

 

Penguatan saat pengumuman suku bunga BI malah jadi penyebab berlangsungnya tindakan profit-taking dalam perdagangan minggu ini.

 

Di luar negeri, Nilai Tukar Rupiah tertekan karena semakin terpuruknya sentimen perdangan semenjak hari Senin. Munculnya perselisihan Iran-Inggris serta Iran dengan AS di Selat Hormuz sudah menggerakkan investor menghindarkan aset-aset beresiko tambah tinggi.

 

Mentukarsipasi mendekati rapat kebijaksanaan beberapa bank sentra penting menggerakkan aktor perdangan untuk mencari aman.

 

Dalam kondisi ini, Dolar AS jadi satu diantara asset pilihan perdangan. Ditambah lagi, parlemen Amerika Serikat barusan sampai persetujuan baru tentang batas atas utang dalam budget negara, hingga menghancurkan peluang berlangsungnya US Government Shutdown sampai dua tahun ke depan.

 

Tidak ayal, nilai tukar Rupiah menurun kembali terhadap Dolar AS. IHSG mencatat kapasitas lebih jelek, dengan mencatatkan penurunan 0.46 % diakhir session siang.

 

Cuma dua dari sembilan bidang saham yang sukses mencatat kenaikan, yakni bidang barang mengonsumsi serta bidang bermacam industri. Ke-7 bidang yang lain menurun, khususnya bidang infrastktur, bidang keuangan, serta bidang industri basic.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses