Laporan data Indeks Harga Konsumen Inggris memperlihatkan bahwa laju inflasi semakin tinggi 1.8 % ear-on-Year dalam bulan Januari 2020.
Ini merupakan peningkatan solid dari pada pertumbuhan 1.tiga % pada bulan Desember maupun estimasi awal yang dipatok dalam 1.6 % saja.
Tak pelak, laporan data yang melemahkan sejumlah ekspektasi pengurangan suku bunga bank sentral Inggris BoE.
Bagi MPC BoE, kabar bahwa inflasi berevolusi selaras dengan proyeksinya, menyediakan alasan lain buat tidak memangkas suku bunga dalam waktu dekat, ujar Ruth Gregory berdasarkan Capital Economics.
Meski begitu, Launching data inflasi hanya akan berpengaruh positif sejenak saja untuk kurs Pound. Mayoritas investor lebih menyoroti adu retorika dari para pejabat Inggris dan Uni Eropa yang diperkirakan akan semakin tambah sengit.
Padahal, negosiasi dagang antara ke 2 daerah belum dimulai. Pihak Inggris bersikeras menuntut sebuah kesepakatan perdagangan bebas yang tak mengharuskan negerinya buat mengikuti standar & anggaran hukum Eropa.
Di sisi lain, Eropa menyatakan kesepakatan hanya bisa dicapai jika Inggris bersedia mengikuti sejumlah aturan utama pasar tunggal.
PM Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, pimpinan negosiator Inggris David Frost, dan pimpinan negosiator UE Michel Barnier merupakan beberapa nama paling terkemuka yang sudah tidak sinkron suara dalam sengketa ini.
Rabu kemarin, kantor Perdana Menteri Inggris balik melontarkan komentar provokatif. Dengan berbekal slide presentasi Barnier yang berlangsung beberapa tahun lalu melalui via Twitter,
Pada 2017, Uni Eropa menerangkan pada slide mereka bahwa FTA Free Trade Agreement -red ala Kanada adalah satu-satunya hubungan yang mampu dicapai dengan Inggris.
Untuk saat ini mereka bilang jika hal itu sama sekali tidak ada dalam penawaran buat negosiasi dagang sesudah brexit -red. Michel Barnier, apa yang berubah?






