Beberapa menteri keuangan anggota negara barisan G7 sampai persetujuan tentang pengambilan pajak dari raksasa digital di Chantilly, Prancis. Rumor itu awalnya sudah sempat membuat renggang jalinan Amerika Serikat dengan Inggris serta Prancis.
Bruno Le Maire sebagai wakil Perancis menyongsong baik persetujuan itu, walau Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin menjelaskan semakin lebih beberapa hal yang perlu dikaji.
Jalinan yang renggang itu berlangsung sebab pada bulan Juli, Parlemen Prancis menetapkan undang-undang yang mengendalikan mengenai pajak raksasa digital.
Undang-undang itu mengharuskan raksasa digital untuk membayar pajak pendapatan di negara itu walau kantor pusat mereka berada di tempat lain.
Rupanya, Inggris menginformasikan akan membuat kebijaksanaan pajak yang sama juga dengan Prancis. Ini yang membuat Amerika Serikat merasakan terdiskriminasi, sebab umumnya raksasa digital datang dari Amerika Serikat, seperti Google, Apple, Facebook, serta Amazon.
Oleh karenanya, diadakan pertemuan sepanjang dua hari di Chantilly Prancis untuk cari jalan tengah. Seperti yang dikutip dari France24, situasi tegang menyelimutinya perundingan. Tetapi, kemelut meluruh sebab pada akhirnya persetujuan diraih walaupun dengan dua pilihan.
Pertama, raksasa digital bisa untuk mendapatkan penghasilan di luar wilayah legal mereka, tapi yang ke-2, mereka akan dipakai pajak minimal yang akan disetujui dengan internasional.
Seseorang petinggi Prancis yang tidak mau disebut namanya mengutarakan jika untuk biaya pajak minimal akan dibahas selanjutnya.
Menurut persetujuan ini, kebijaksanaan itu akan diaplikasikan di tahun 2020. Beberapa menteri janji untuk pastikan pembayaran pajak akan dikerjakan dengan adil. Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz menjelaskan dia merasakan senang dengan persetujuan ini.
Serta menurut dia, ketetapan ini butuh diberitakan ke beberapa negara maju barisan G20 untuk sampai persetujuan internasional yang dipantau oleh Organisasi untuk Kerja Sama serta Pembangunan Ekonomi.
Rupanya, langkah parlemen Prancis itu membuat geram Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Amerika Serikat juga ambil langkah untuk lakukan penyidikan pada kebijaksanaan Prancis ini. Amerika lewat Mnuchin mengutarakan mereka cukup senang dengan persetujuan ini.






