Beranda Analisa Forex Naiknya Inflasi AS, Dollar AS Dibayangi Laju Suku Bunga

Naiknya Inflasi AS, Dollar AS Dibayangi Laju Suku Bunga

525
0

DXY sempat berada di zona merah pada perdagangan hari ini 11/3, tetapi mampu bangkit bergerak naik posisi 96.40-an seusai launching data inflasi.

Namun demikian, trobsan seputar pengurangan suku bunga tambahan terdengar semakin keras mewarnai perdagangan.

Bank sentral AS dikhawatirkan tetap akan mengurangi jumlah suku bunga meskipun inflasi mengalami peningkatan, karena ancaman wabah virus Corona dianggap lebih berbahaya terhadap kesehatan ekonomi di negeri Paman Sam.

US Bureau of Labor Statistics menyatakan bahwa indeks harga konsumen sedang bergerak naik tipis 0.1 % dalam bulan Februari 2020 meskipun belum sebanding dari estimasi awal yang sebanyak 0.2 %, tetapi sama persis dengan data Januari.

Sedangkan indeks harga konsumen utama yang mengecualikan jenis produk makanan dan tenaga volatile, justru meningkat solid 0.2 %, sesuai menggunakan ekspektasi.

Dalam hitungan tahunan, inflasi utama terkoreksi dari 2.5 % menjadi 2.3 %. Akan tetapi, inflasi utama naik berdasarkan 2.3 % sebagai 2.4 %.

Data menunjukkan perubahan harga yang at dipengaruhi oleh pengaruh ketakutan masyarakat terhadap wabah virus Corona.

Harga pakaian, kendaraan beroda empat bekas,  layanan medis mengalami peningkatan sedangkan porto tiket pesawat dan BBM jatuh.

Bidang jasa masih menjadi kontributor primer kenaikan inflasi. Cost layanan kesehatan sudah meningkat 5.3 % pada setahun terakhir.

Setelah launching data inflasi, Greenback sebelumnya bergerak naik terhadap beberapa mata uang mayor. Namun kursnya masih jatuh lawan aset-aset safe haven Yen dan Franc Swiss, sedangkan fund currency terbaru juga menunjukkan laju positif, diikuti dengan mata uang Euro.

Dalam waktu warta ditulis pada awal sesi perdagangan New York, USD/JPY mampu mempertahankan pelemahannya sebesar 0.7 % di posisi 104.90.

USD terus berjuang untuk bisa rebound ke posisi 105.90an kemarin, disupport paparan Donald Trump tentang planning pengurangan pajak dan beberapa keputusan lain yang diharapkan dapat menanggulangi efek ekonomi menurut endemi virus Corona.

Sayangnya informasi tersebut ditangapi skeptis  banyak pihak, sehingga upaya pulihnya USD gagal. Menteri Keuangan AS sendiri sempat mengklaim kebiakan selain pengurangan pajak semakin lebih efektif.

Satu-satunya harapan motivasi pasar tetap bertumpu dalam pengurangan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses