Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Naiknya Dolar AS Setelah Kebijakan Komentar Bullard

Naiknya Dolar AS Setelah Kebijakan Komentar Bullard

546
0

Dolar AS condong kuat versi sejumlah besar mata uang mayor dalam perdagangan hari Senin ini 22/7, berkenaan dengan pertaruhan tentang pemotongan suku bunga Fed serta menghangatnya perselisihan di terlepas pantai Iran.

 

Indeks Dolar AS DXY naik seputar 0.2 % ke rata-rata 97.23, sesaat EUR/USD statis di rata-rata 121.04 serta USD/JPY melompat 0.17 % ke posisi 107.90.

 

Di hari Jumat, Presiden Federal Reserve daerah St Louis, James Bullard, mengemukakan dengan eksplisit jika dia sepakat untuk memotong suku bunga sebesar 25 basis point di akhir bulan ini.

 

Perekonomian melambat, hal mana betul-betul jelek. Tetapi bagaimana bila perekonomian melambat lebih dibanding yang kita anggap, peluang sebab perang dagang? Pemotongan suku bunga ini akan memberi dikit agunan melawannya, kata Bullard.

 

Waktu diberi pertanyaan tentang apa menurut dia Fed butuh memotong suku bunag sebesar 50 basis point dalam rapat minggu kedepan, Bullard mengatakan, Saya anggap kita tidak butuh mengambil langkah sejauh itu…

 

Hal yang gawat di sini yaitu bagaimana fokus inflasi serta harapan inflasi. Dia menyarankan supaya Fed tidak berlebihan saat diberi pertanyaan tentang peluang pemotongan suku bunga sekitar 3 atau 4 kali dalam tahun ini.

 

Pengakuan Bullard itu dengan efisien menghapuskan harapan pasar akan pemotongan suku bunga sampai 50 basis point yang sudah sempat tersebar minggu kemarin.

 

Resikonya, Dolar AS kuat pada rival-rival intinya serta yield obligasi AS mulai sembuh kembali, walau aktor pasar selalu memonitor perubahan sampai gelaran rapat kebijaksanaan Fed pada tanggal 30-31 Juli akan datang.

 

Selain itu, Dolar AS diuntungkan oleh penambahan ketertarikan safe haven sesudah meletusnya perselisihan Iran-Inggris di selat Hormuz.

 

Iran menyandera satu kapat tanker minyak Inggris pada akhir minggu, jadi aksi balasan atas penahanan tanker Iran di Gibraltar yang didakwa melanggar sangsi. Ini adalah kejadian kesekian kalinya, sesudah AS serta Iran beradu tembak drone dalam beberapa minggu paling akhir.

 

Sampai sekarang, Inggris belum mengatakan sikap apa yang akan diambilnya, peluang sebab masih juga dalam step penting penentuan perdana mentri yang hasilnya baru dikeluarkan dalam dua hari ke depan.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses