Pasangan /USD melejit lebih dari 0.4 % sampai cetak rekor paling tinggi satu pekan di posisi 0.6792 dalam perdagangan 4/9, sesudah publikasi laporan GDP Australia Kuartal II/2019.
Meskipun begitu, beberapa analis masih memprediksi bank sentra RBA akan memotong suku bunga dalam tahun ini.
Australian Bureau of Statistics memberikan laporan jika Gross Domestic Product bertumbuh 0.5 % QoQ dalam kuartal II/2019, sesuai harapan pasar.
Perkembangan ekonomi tahunan cuma melambat dari 1.8 % jadi 1.4 % YoY, sesuai dengan prediksi awalnya. Ini menggerakkan aktor pasar untuk membuat revisi harapan pemotongan suku bunga RBA pada bulan Oktober.
RBA dapat juga menarik simpulan dari kenaikan pasar tempat tinggal di Sydney serta Melbourne serta koreksi naik GDP Kuartal I dari 0.4 % jadi 0.5 %, jadi fakta untuk tunda pergantian kebijaksanaan paling tidak pada Oktober, kata Josh Williamson, seseorang ekonom dari Citi.
Tetapi, dia memandang RBA tetap lakukan pergantian suku bunga memasuki bulan November.
Sebelum launching data GDP ini, aktor pasar seutuhnya memprediksi RBA akan memotong suku bunga pada bulan Oktober.
Tetapi, kemungkinan pemotongan suku bunga Oktober sekarang tinggal 50 %.
Sebaliknya, ada kemungkinan pemotongan suku bunga RBA pada bulan November justru jadi membesar, sebab perkembangan ekonomi tahunan masih alami pelemahan.
Di tengah kenaikan moderat mengonsumsi rumah tangga 0.4 % serta penurunan selanjutnya dalam investasi usaha serta property, keinginan domestik Australia cuma diselamatkan oleh berbelanja pemerintah.
Tanpa ada keinginan publik, terlihat kontraksi pada keinginan swasta final -0.1 % QoQ untuk kuartal ke empat berturut-turut, hingga membuat pergerakan tahunan negatif -0.3 % untuk kali pertamanya semenjak kuartal III/2009, papar Elsa Lignos dari RBC Capital Markets.
Sesuai dengan penilaian itu, reli Dolar Australia kesempatan ini juga direncanakan berusia pendek. Seperti diuraikan oleh Kim Mundy dari CBA, Kami menghadapi reli AUD akan kehilangan daya.
Tanpa ada kenaikan volume export belakangan ini serta lemahnya AUD menolong export netto, bila pemerintah memotong berbelanja mengonsumsi, karena itu perekonomian Australia seharusnya alami kontraksi pada kuartal II.
AUD tetap harus kuat untuk menolong export netto serta perkembangan absolut dalam perekonomian Australia.






