Sterling alami penurunan tipis di sesion perdagangan Rabu 26/Juli/2017 sore hari ini sesudah data GDP Inggris dalam kuartal dua diumumkan alami kenaikan dengan laju yang begitu minim. Efeknya, kenaikan untuk suku bunga Bank Sentral Inggris BoE yang pernah diunggulkan juga akan terwujud kurun waktu dekat kembali dipertanyakan.
Perkembangan Inggris cuma terdaftar sebesar 0.3 % di kuartal ke-2, dari 0.2 % di tiga bulan pertama tahun ini. Walau pencapaian untuk kuartal ke-2 itu sesuai sama harapan, namun pasar tetaplah memprediksi kalau ini juga akan beresiko pada gagasan kenaikan suku bunga BoE. Terutama, rapat kebijakan moneter bank sentral itu juga akan dikerjakan minggu depan.
” Walau beberapa bidang layanan seperti ritel, dan produksi serta distribusi film tunjukkan penambahan di kuartal ke-2, lemahnya perform bidang konstruksi serta manufaktur, menarik mundur perkembangan keseluruhannya, ” ungkap Darren Morgan, Kepala ONS Inggris.
Sesuai sama Harapan, Namun Sterling Jadi Bearish
GBP/USD diperdagangkan di 1.3016, sesudah pernah menyentuh high 1.3084. Poundsterling sudah meroket ke level teratas dalam 10 bulan dalam sebagian minggu paling akhir, intinya sesudah pernyataan hawkish dari Gubernur BoE, Mark Carney, bulan kemarin. Walau demikian, Dolar AS termasuk stabil dalam hari ini mendekati pengumuman kebijakan FOMC The Fed tepatnya dini hari nanti.
” Argumen kenapa data yang sesuai dengan harapan itu jadi membearishkan Sterling yaitu karna hasil itu bisa kurangi perkiraan BoE untuk menambah suku bunga, ” tegas analis BNP Paribas Sam Lynton-Brown pada Reuters.
Lynton mengimbuhkan bahwa BoE peluang juga akan menarik mundur isyarat hawkish-nya mulai saat ini. Dampaknya juga akan berimbas pada penurunan Poundsterling serta yield-yield obligasi Inggris. Jika nanti BoE memang juga akan memberi pandangan yang tidak seberapa hawkish sekali lagi, butuh di perhatikan ada peluang kalau maksudnya yang lain yaitu untuk mendorong naik Pound.






