Swing Trading yaitu taktik bermain Trading dengan memakai volatilitas harga. Sedang beberapa trader yang seringkali memakai system ini seringkali dijuluki ‘Swing Trader’.
Swing Trader memiliki arti yang berbeda dengan Day Trader dalam sisi kesibukan trading. Frekwensi trading valas Day Trader begitu agresif, dalam satu hari dapat melakukan jual beli valas berulang-kali.
Sedang Swing Trader memonitor momentum yang tepat untuk lakukan trading yang umumnya berdurasi 2-10 hari, di mana mereka mencari sejumlah keuntungan dengan secara maksimum gejolak harga dalam satu periode saat dengan melakukan tindakan beli ketika harga swing naik serta lakukan tindakan jual waktu harga swing turun.
Swing Trader umumnya mencari tepatangan mata uang dengan range trading yang cukup lebar. Tetapi, supaya jalan dengan baik, dibutuhkan system Swing Trading yang efisien, yang sekurang-kurangnya memerhatikan dua komponen dasar serta begitu perlu, yakni identifikasi trend dengan tepat serta stop loss.
Membuat System Swing Trading

Yang susah diidentifikasi yaitu memastikan trend. System Swing Trading yang baik mesti bisa mengidentifikasi trend dengan selekasnya. Tidak berhasil mengetahui trend berarti petaka untuk seseorang trader valas. Ingat senantiasa quote ” Follow the tren ” Ikuti Trend.
Hal itu juga akan berpengaruh pada Stop Loss atau jual rugi dimana dari satu diantara komponen perlu yang perlu di ketahui seseorang trader. Banyak pemain valas umumnya lakukan jual-beli valas tanpa ada sebelumnya mempersiapkan level Cut Loss yang siap ia tanggung jika harga tidak bergerak ke arah yang tepat dari jumlah keinginan.
System Swing Trading yang baik mesti bisa dengan jelas mengambil keputusan level Cut Loss ini. Maksud memakai system Swing Trading yaitu masuk tempat pada trading opportunity yang memberi probabilitas keuntungan yang tinggi sesuai sama arah trend.
Swing Trader umumnya tidak sering lakukan counter-trading (trading melawan trend). Dipercaya kalau dengan ikuti trend, kita ikuti arah uang atau arah bandar. Ikuti trend menjadi besar peluagng untuk memperoleh keuntungan besar.
Di bagian yang lain, system Swing Trading ini dapat diberlakukan dalam periode panjang sepanjang Stop Loss ataupun Sasaran Keuntungan belum juga terwujud.
System ini membutuhkan analisa periode panjang serta skills yang tinggi dari pemakainya, disebabkan butuh membanderol rasio kemungkinan pada keuntungannya lebih tinggi, umpamanya 1:3. Umpama, bila Sasaran Keuntungan 300 pips, menjadi Stop Loss ditempatkan pada 100 pips.
Swing Trading Dengan Pivot Mingguan

Pertama-tama, menggunakan indikator Weekly Pivot Point atau kalkulasi titik-titik Pivot Point mingguan. Sesudah di ketahui level-level Dukungan, Resistance, serta Pivot berdasar pada indikator itu, menjadi Anda bisa memakainya menjadi referensi trading.
Bila harga ada diatas pivot, menjadi gerakan juga akan relatif ke arah R1, sedang apabila ada dibawah Pivot, menjadi hal yang juga terbilang relatif bergerak menuju S1. Diluar itu, level-level Pivot juga dapat dipakai untuk memastikan titik Stop Loss serta Take Keuntungan.
Swing Trading Dengan High Low Candle

Banyak trader memakai swing high serta swing low menjadi referensi Swing Trading. Asumsinya, saat Anda tengah buka Long position, menjadi Anda menginginkan harga bergerak lebih tinggi supaya dapat mengunci keuntungan.
Satu diantara langkah untuk mengerjakannya yaitu dengan meletakkan Stop Loss tepat dibawah level rendah (low) paling akhir. Misalnya seperti S3, S2, serta S1 yang diikuti dalam grafik berikut ini.
Harga juga akan bergerak naik apabila trend masih tetap selalu bullish, namun dapat mundur sesaat (retrace) sebelumnya naik lebih tinggi.
Nah, sesudah retracement selesai, Anda bisa menggeser posisi Stop Loss ke level terendah paling akhir, tepat saat harga bergerak ke level tinggi baru. Anda dapat mengulang-ulang dengan sistem ini sampai menjangkau sasaran keuntungan, atau demikian sebaliknya, menyentuh Stop Loss.







