Poundsterling melompat lebih dari 0.5 % ke rata-rata 1.2625 pada Dolar AS pada pertengahan session New York hari Rabu ini 19/6, sesudah launching data inflasi yang cukup memberi kepuasan pada session Eropa.
Mendekati pengumuman bank sentra AS serta bank sentra Inggris keesokan hari, Sterling terlihat berlomba-lomba untuk cetak posisi tinggi baru. Tetapi, lanjutan relinya masih disangsikan.
Barusan sore, Office for National Statistics ONS menginformasikan jika pergerakan inflasi tahunan terkoreksi dari 2.1 % jadi 2.0 % Year-on-Year pada bulan Mei 2019, sesuai perkiraan awal.
Tetapi, data inflasi pokok cetak pergerakan 1.7 % Year-on-Year, tambah tinggi dibanding perkiraan yang cuma 1.6 %. Data inflasi produsen melebihi perkiraan, baik dari segi input atau output.
Keseluruhannya, data-data inflasi itu memberi fakta buat bank sentra Inggris Bank of England/BoE untuk menjaga gagasan kenaikan suku bunga sesudah permasalahan brexit selesai.
Dalam rapat kebijaksanaannya esok, BoE direncanakan tidak membuat komentar yang begitu berlainan dari arah kebijaksanaannya sebelumnya.
Vincent Mivelaz, ahli taktik dari Swissquote Bank, menjelaskan, Walaupun investor mempertimbangkan pemangkasan suku bunga BoE di akhir tahun ditengah-tengah perlambatan kegiatan manufaktur, ketidakpastian brexit, serta perselisihan dagang yang berkepanjangan.
Beberapa petinggi BoE masih menjaga bias hawkish mereka, lebih suka pada kenaikan suku bunga dengan pergerakan bertambah cepat dibanding yang diharapkan oleh pasar keuangan.
Karena itu, kemungkinan besar jika pengakuan atau notulen kebijaksanaan BoE dari rapat kebijaksanaan moneter Kamis selalu memberi signal pengetatan selanjutnya, serta mungkin sekali menggerakkan penguatan Pound Inggris.
Selain itu, aktor pasar tengah harap-harap kuatir menantikan pengumuman hasil rapat kebijaksanaan bank sentra AS FOMC. Suara pengumuman yang dovish atau hawkish bisa merubah pasar keuangan dengan relevan.
Seperti diutarakan oleh Joshua Mahony, analis pasar senior dari IG, Keputusan suku bunga FOMC ini hari dengan luas dipandang seperti momen sangat penting dalam minggu ini, sebab penurunan data AS belakangan ini menggarisbawahi utamanya perubahan kebijaksanaan ke arah babak pelonggaran moneter baru.
Dengan Donald Trump memberikan indikasi akan singkirkan Jerome Powell bila dia tidak mengawali pelonggaran, karena itu ketetapan suku bunga ini hari adalah uji riil atas independensi Fed.






