Waktu awal saya belajar forex, saya bener-bener heran klo ada teman trader yang katakan tengah cuti trading karena sekali lagi rada jemu. Maklumlah, waktu itu saya malah sekali lagi seneng-senengnya belajar trading, beberapa hingga diakhir minggu juga saya tetaplah buka trading basis sekedar untuk utak-atik chart, tarik-tarik fibo atau tren line.
Mungkin saja kawan-kawan trader disini sempat juga atau bakalan alami hal yang sama. Saya cuma menginginkan sedikit sharing, bagaimana kita dapat menangani rasa jemu serta jemu trading ini.
Sesudah lewat satu tahun, nyatanya saya sendiri alami bebrapa waktu terasa jemu trading. Bukanlah jemu sekalipun sich, hanya tidak mood saja buat open position.

Cuma saja problemnya, bagaimana waktu cuti itu kita tetep tidak ketinggal up-date serta yang terutama, tidak kehilangan touch kita. Jangan pernah waktu kita mulai trading sekali lagi, kita terlebih telah bener-bener ” lupa ” bagaimana langkahnya trading.
Sebenernya rasa jemu ini manusiawi sich namanya juga manusia, yaitu rasa jemu pada apa yang teratur kita kerjakan. Bila trading cuma untuk hoby, jemu trading juga tidak juga akan problem. Ya mungkin saja seperti apa yang teman saya katakan itu, cuti saja dahulu sekian waktu. Kelak bila telah muncul semangat sekali lagi, baru mulai trading sekali lagi.
Saat-saat “cuti” ini dapat kita gunakan untuk aktif di lembaga, atau mungkin saja belajar segala teknik trading baru. Ya sudah pasti frekwensi mengoprek beberapa hal yang terkait dengan trading ini kita perjaranglah, kan namanya juga sekali lagi cuti.
Cuti trading untuk seseorang trader tidak selamanya yang berarti kita sekalipun tidak membahas beberapa hal yang terkait dengan trading. Walau kita tidak lakukan open position, sebaiknya jika kita juga tetaplah up-date info lah. Paling tidak kita ketahui tren periode panjang yang tengah berlangsung.
Lebih berkelanjutan dalam belajar, gitulah. Janganlah hanya semangat menggebu dimuka, tapi sekali terkena MC dah ilfil serta mengambil keputusan untuk pensiun awal jadi trader.
Bila keseringan nanti terlebih jadi lebih enek. Buat kawan-kawan trader yang tengah semangat-semangatnya belajar, anjuran saya sich janganlah sangat digeber deh. Yah, agar tetep awet saja semangatnya.

Memanglah dengan berhenti menebang pohon untuk mengasah gergaji, kita seolah-olah ” buang ” saat, tapi dengan mengasah gergaji sesaat, pekerjaan menebang pohon setelah itu semakin lebih cepat serta lancar bukan?
Buat kawan-kawan trader senior, sesekali istirahat jugalah dari trading. Jika arti Stephen R. Covey, luangkan untuk ” sharpen the saw “. Janganlah selalu menebang pohon tanpa ada istirahat, karena bagaimanapun ada bebrapa waktu di mana ” gergaji ” yang kita gunakan untuk menebang pohon juga butuh kita asah.
Bukankan kata beberapa master, trading itu 10% teknikal serta 90% psikologis? Jadi melindungi kesehatan psikologis sangat butuh untuk seseorang trader, terkecuali juga kesehatan fisologis pastinya.
Jadi dasarnya, janganlah terasa bersalah untuk beristirahat sesaat. Keseimbangan hidup kita mesti tetaplah terbangun agar keadaan psikologis kita juga senantiasa sehat untuk hadapi semua keadaan, termasuk juga untuk memutuskan dalam trading.
Ok deh, itu semuanya cuma anjuran kok. Semasing dari kita yang tahu persis kapan waktunya untuk berhenti sesaat dari aktivitas teratur kita. Toh jika memang telah enek, tidak dapat dipaksain juga kok untuk trading. Terlebih umumnya jika saya sich, jika sekali lagi tidak mood trading dipaksain juga akhirnya juga umumnya juga akan amburadul deh.






