Scalping yakni satu strategi trading forex dimana trader relatif kerjakan open dan close tempat secara cepat dan berulang-kali setiap harinya.
Trader yang relatif kerjakan teknik ini disebut scalper. Scalping ialah strategi yang cocok untuk beberapa trader yang tidak punya waktu untuk online selama seharian penuh mengamati skema trading.
Tapi, scalping mewajibkan trader ikut mengamati dengan cermat skema trading yang berjalan dalam kurun waktu yang dapat sesuai dengan. Broker terbaik untuk scalping harus penuhi beberapa kriteria, yaitu :
- Memperbolehkan Teknik Scalping
Teknik scalping yang membuka dan tutup tempat dalam jumlahnya banyak dan kurun waktu sesaat jadi tidak efisien untuk broker.

Oleh kajangnya beberapa broker yang relatif tidak senang pada langkah scalping akan perlambat akses ke systemnya atau bahkan melarang teknik ini untuk digunakan. Trader yang inginkan menggunakan teknik scalping harus pahami benar ketetapan broker.
- Broker Non Dealing Desk
Trader yang relatif menggunakan teknik scalping lebih baiknya pilih broker yang Non Dealing Desk/NDD.

Sedang broker tipe NDD, order klien akan selekasnya dilanjutkan ke pasar.
lembaga keuangan, bank-bank besar atau broker tipe NDD yang makin besar. Hal seperti ini berarti trader akan bertrading selekasnya dengan kondisi pasar sebetulnya.
Spread pada broker NDD akan beralih-alih sama sesuai keadaan pasar yang sebetulnya. Broker NDD yakni broker yang memiliki tipe ECN, STP dan DMA.
ECN yakni tipe broker forex dimana trader bisa selekasnya terhubung dengan pasar tanpa penghubung atau terlibat dari faksi broker atau dealer dealing desk.
STP yakni broker yang menyambungkan trader bersama dengan broker besar lainnya atau broker dengan tipe ECN dengan likuiditor detil.
Broker tipe DMA yakni broker yang langkah kerjanya seperti broker ECN. Perbedaannya, broker DMA yang masih terjalin kontrak dengan penyuplai likuiditas detil.
- Teregulasi
Trader yang menggunakan teknik scalping lebih baiknya jauhi broker-broker yang tidak teregulasi secara benar. Broker-broker yang tidak teregulasi itu umumnya disebut broker bucket shop atau broker kaki lima.

Broker ini sering menyiasati klien yang tetap pemula dan belum mengerti benar proses perdagangan forex.
Kekurangan broker semacam ini yakni ekesekusi order yang relatif lamban, requote order yang begitu berlebihan, dan server yang sering down atau terputus-putus.
Kecuali alasan di atas, trader juga harus siaga pada broker yang mengaku sejenis ECN tetapi sering memanipulasi klien. Langkah yang paling aman pilih broker yakni lihat regulasinya yang awalnya.
Peraturan dengan bisa diakui tinggi dan benar salah satunya : CFTC dan NFA Amerika Serikat, FSA Inggris, ASIC Australia dan CySEC Siprus.
Trader harus memperhatikan bentuk peraturan semasing broker awalnya mulai trading dengan teknik scalping.
- Sediakan Leverage Tinggi
Tingkat volume leverage cukup merubah trader yang menggunakan teknik scalping kajang scalper menjadikan satu keuntungan yang tidak sebegitu besar, tetapi jika dijumlahkan akan jadi nilai yang lumayan banyak.

Tapi, hasil dalam beberapa minggu terkadang tidak memberi kepuasan dibandingkan dengan tenaga yang terbuang.
Untuk mengatasi hal seperti ini scalper akan menggunakan beberapa ukuran leverage waktu bertrading.
Tentunya sama sesuai ketetapan broker tempat mereka bertrading.
Semakin besar leverage, jadi margin agunan trading akan semakin kecil dan hal seperti ini akan buat trader dapat menggunakan lot yang semakin banyak.
Untuk trader yang baru saja belajar menggunakan teknik scalping, semestinya menggunakan leverage kecil yang awalnya waktu bertrading sampai dapatkan langkah yang sama sesuai dan teruji untuk digunakan.
Setelah langkah scalping yang cocok telah teruji, leverage dapat dinaikkan dikit untuk dikit. Tapi, jangan sampai lupa untuk selalu menggunakan seting stop loss dan target keuntungan.
- Spread Rendah
Spread yakni biaya yang butuh dibayarkan pada broker untuk pelayannnya baik waktu trader keuntungan atau loss.

Untuk trader yang sudah sukses dengan strategi trading mereka, biaya spread dilihat tetap wajar dan dapat ditolerir.
Tetapi, trader yang menggunakan teknik scalping harus membuka dan tutup tempat beberapa puluh kali dalam tempo yang singkat.
Tidak tutup kesempatan satu orang scalper akan membuka dan tutup tempat lebih dari seratus kali /hari. Biaya spread ini harus diperhatikan dengan cermat agar tidak bikin rugi scalper.
Spread yang tinggi dapat bikin rugi hasil yang didapat oleh scalper selama trading.
Scalper akan membuka dan tutup tempat dalam jumah banyak dan dalam tempo singkat dengan kemauan memeperoleh keuntungan yang dikit tapi jika digabungkan akan jadi banyak.
Namun, dengan membuka dan tutup tempat jadi spread akan berlipat ganda dan kurangi hasil yang dikumpulkan. Bahkan juga dapat buat pada akhirnya jadi minus.
Oleh oleh kajang itu satu orang trader dengan teknik scalping harus pilih broker dengan spread serendah mungkin, lebih untuk mata uang yang likuid.







