Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental GBP/USD Melemah, Data Penjualan Ritel BoE

GBP/USD Melemah, Data Penjualan Ritel BoE

857
0
gbp/usd

Pound bergerak rendah pada dolar AS pada hari Kamis, oleh launching data penjualan ritel Inggris yang suram serta dikarenakan investor menanti ketentuan kebijakan Bank of England di masa datang. Penjualan ritel yang mengecewakan ini menunjukkan adanya ketidakpastian ekonomi yang lebih luas, mempengaruhi kepercayaan konsumen dan pengeluaran mereka. Dalam konteks ini, pergeseran dalam kebijakan moneter menjadi sangat krusial bagi perekonomian Inggris.

GBP/USD meraih 1.2704 sepanjang perdagangan pagi Eropa, pasangan paling rendah mulai sejak Selasa serta Pasangan ini lalu dikonsolidasikan di 1,2708, turun 0,30%. Peluang bakal mencari dukungan di 1.2639, low serta resistance Selasa di 1.2818, high Rabu. Situasi ini menunjukkan bahwa trader mungkin akan mencari sinyal tambahan untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya, baik dari data ekonomi maupun pernyataan dari pejabat Bank of England.

Analisis Terhadap Pergerakan GBP/USD

Kantor Statistik Nasional Inggris menyebutkan kalau penjualan ritel turun 1,2% di bulan Mei, dibanding dengan ekspektasi penurunan 0,8% serta sesudah kenaikan 2,5% yang direvisi bulan sebelumnya. Penurunan ini menambah kekhawatiran akan daya beli masyarakat yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di masa depan. Data ini menjadi perhatian bagi para investor yang memantau dampaknya terhadap keputusan kebijakan moneter BoE selanjutnya.

Dari tahun ke tahun, penjualan ritel bertambah sebesar 0,9% bulan lalu, dibanding dengan perkiraan kenaikan 1,7%. Penjualan ritel inti, yang mengecualikan mobil serta bahan bakar, turun 1,6% di bulan Mei, dibanding dengan perkiraan penurunan 0,8%. Penurunan ini menandakan bahwa sektor ritel di Inggris menghadapi tantangan yang signifikan, dan hal ini bisa mempengaruhi keputusan BoE terkait suku bunga.

Pound juga tetaplah ada dibawah desakan di dalam meningkatnya ketidakpastian politik di Inggris dikarenakan Perdana Menteri Theresa May hadapi seruan untuk melunakkan sikapnya pada hari Brexit sebelumnya negosiasi untuk meninggalkan UE diawali. Ketidakpastian ini membuat investor ragu akan stabilitas ekonomi Inggris, yang berpotensi memperburuk kondisi pound di pasar forex global.

Lalu Kamis, BoE diprediksikan bakal membiarkan kebijakan moneternya tidak beralih tetapi pelaku pasar bakal mencari panduan mungkin tentang langkah kebijakan masa depan. Dengan situasi ekonomi yang tidak pasti, banyak yang berharap BoE akan mengindikasikan langkah-langkah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama dengan melihat data-data terbaru yang keluar.

Di AS, Federal Reserve menambah suku bunga dari 1,00% jadi 1,25%, dalam satu langkah yang diinginkan dengan luas pada hari Rabu. Namun, data inflasi AS tidak sesuai harapan yang dikeluarkan pada hari yang sama mengangkat pertanyaan mengenai apakah bank sentral akan menambah suku bunga lagi akhir tahun ini. Kondisi ini juga berpengaruh pada pergerakan GBP/USD, di mana ketidakpastian di AS dapat mempengaruhi sentimen global terhadap mata uang lainnya.

Greenback juga tetaplah rawan di dalam gejolak politik AS yang tengah berjalan. The Washington Post memberikan laporan pada hari Rabu kalau Presiden AS Donald Trump tengah diselidiki oleh pengacara spesial Robert Mueller atas peluang penghambat keadilan. Ketegangan politik ini berpotensi mempengaruhi nilai tukar dolar AS, yang dalam gilirannya dapat memberikan dampak pada GBP/USD.

Dolar AS naik tidak tebal pada franc Swiss pada hari Kamis, sesudah Bank Nasional Swiss menahan suku bunga serta menyebutkan kalau mata uang lokal masih tetap “dinilai sangat tinggi.” Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa ketidakpastian ekonomi, ada keyakinan tertentu terhadap mata uang yang aman, termasuk franc Swiss dan dolar AS. Pergerakan ini juga berpengaruh pada perdagangan GBP/USD.

USD/CHF meraih 0.9733 sepanjang perdagangan pagi Eropa tinggi serta Pasangan ini lalu dikonsolidasikan pada 0,9738, memberikan 0,28%. Pasangan ini condong untuk mencari dukungan di 0,9639, paling rendah hari Rabu serta resistance di 0,9762, high 31 Mei.

Secara keseluruhan, pergerakan GBP/USD mencerminkan kondisi ekonomi yang kompleks di Inggris dan AS. Dengan ketidakpastian yang ada, penting bagi investor untuk tetap waspada terhadap perkembangan terbaru yang dapat mempengaruhi keputusan investasi mereka. Masyarakat dan pelaku pasar perlu memperhatikan data-data ekonomi yang akan datang, termasuk laporan inflasi dan data pengangguran, yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter di kedua negara, khususnya terkait dengan GBP/USD.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses