Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Mata Uang Dolar AS Bergerak Negatif Dari Puncak tertinggi 20 Bulan

Mata Uang Dolar AS Bergerak Negatif Dari Puncak tertinggi 20 Bulan

569
0
Petugas memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari Selasa 4 September 2018. SP/Joanito De Saojoao.

 

 

Posisi untuk mata uang dolar AS dalam indeks dolar pada pasar perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (25/2/2022) bergerak cukup negatif menuju area support kuat hariannya dari posisi tertinggi dalam 20 bulan terakhir pada  sesi sebelumnya. 

 

Terpantau terhadap semua mata uang rival utamanya juga alami sejumlah  pelemahan akibat pulihnya sejumlah sentimen pasar global yang memangkas nilai dari aset safe haven.

 

Masih kokoh ditengah kekhawatiran Inflasi dan perang Rusia-Ukraina

Namun untuk secara fundamental posisi mata uang dolar AS tetap kuat kokoh di tengah terjadinya kekhawatiran inflasi dan kenaikan jumlah  suku bunga berikutnya dari pihak Federal Reserve.

 

Seorang Gubernur Fed Michelle Bowman telah mengatakan Senin lalu bahwa dia akan mencoba menilai data inflasi yang masuk sebagai bahan pertimbangan apakah kenaikan jumlah suku bunga sebesar setengah persen  pada pertemuan bulan Maret nanti  diperlukan.

 

Indeks untuk dolar melonjak naik sebesar 1,6% ke level paling tertinggi sejak bulan Juni 2020 pada perdagangan hari Kamis lalu setelah pihak Rusia melancarkan serangan ke negara Ukraina, dengan presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan sejumlah  negara-negara lain agar tidak berniat untuk ikut campur.

 

Pihak Rusia dikabarkan telah melancarkan operasi militer spesial terhadap negara  Ukraina dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa mereka akan mentargetkan untuk mendemiliterkan total Ukraina.

 

Sementara itu Presiden dari Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan berencana menerapkan undang-undang untuk  keadaan darurat dan outlet-outlet berita milik Ukraina telah  melaporkan pihak Rusia melepaskan bom-bom ke kawasan Ukraina.

 

Seluruh para pemimpin Eropa dilaporkan akan mengadakan pertemuan darurat untuk mendiskusikan respon paling tepat terhadap serangan militer dari Rusia ini. Arus mata uang safe-haven terus mendominasi pasar perdagangan keuangan dengan indeks saham berjangka AS menderita sejumlah kerugian antara sekitar 2.5% sampai 3.1%.

 

Kemudian terjadi sejumlah  aksi profit taking besar setelah presiden AS Joe Biden meluncurkan sebuah sanksi baru terhadap Rusia, tetapi memperjelas bahwa kekuatan dari Barat tidak mau mengorbankan sektor ekonomi mereka sendiri untuk menghukum Moskow karena telah menginvasi Ukraina.

 

Terhadap semua mata uang rival utamanya posisi dolar AS terpantau sedang mulai bergerak kuat terhadap beberapa  rival utamanya, khususnya terhadap valas yang  berisiko tinggi seperti dolar aussie dalam pair AUD/USD dan poundsterling dalam pair GBP/USD. Sebagai informasi, terhadap sebuah mata uang Rubel masih juga tetap kuat dengan kenaikan sebesar 0,66%.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses