Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Mata Uang Asia Bergerak Tenang Di Kamis Ini

Mata Uang Asia Bergerak Tenang Di Kamis Ini

539
0
Inflasi AS
Mata Uang Asia Bergerak Tenang Di Kamis Ini

 

Mata uang Asia terus berada bergerak dalam kisaran terbatas pada hari Kamis saat meningkatnya kekhawatiran Federal Reserve menjelang rilis data utama yang diperkirakan akan menunjukkan inflasi IHK AS tetap mendekati level tertinggi 40 tahun. 

Turun 0,1% Yuan dan Won Korea Selatan turun 0,2%. Yen tidak banyak berubah, tetapi hampir menembus 147, yang akan menempatkannya pada level terburuk terhadap dolar sejak tahun 1990.

Data pada hari Kamis menunjukkan Inflasi PPI Jepang mencapai level tertinggi dalam 41 tahun pada bulan September, menyiratkan lebih banyak tekanan pada ekonomi Jepang.

Rupee turun 0,1%, tetap mendekati rekor terendah setelah data pada hari Rabu menunjukkan Inflasi IHK India masih terlalu tinggi pada bulan September.

Indeks Dollar AS diperdagangkan stabil pada hari Rabu, masih mendekati level tertinggi 20 tahun saat investor memperkirakan adanya isyarat yang lebih hawkish dari Federal Reserve. Risalah dari rapat bank sentral bulan September menunjukkan pada hari Rabu bahwa para pengambil kebijakan dengan suara bulat menyetujui lebih banyak pengetatan moneter.

Baik indeks dolar dan dolar berjangka masih di atas 113 terhadap sejumlah mata uang. Data pada hari Rabu juga menunjukkan bahwa Inflasi PPI AS naik lebih dari yang diharapkan pada bulan September, bisa menyiratkan kenaikan serupa dalam IHK.

The Fed juga akan mempertahankan suku bunga lebih lama dari yang semula diindikasikan, tatkala berjuang untuk mengendalikan inflasi tinggi di negara tersebut.

Data hari ini diperkirakan akan menunjukkan bahwa Inflasi IHK AS tetap di atas 8% pada bulan September, masih mendekati puncak 40 tahun yang dicapai awal tahun 2022.

Kenaikan suku bunga AS mendorong dolar, dan telah membebani pasar Asia tahun ini karena kesenjangan imbal hasil antara utang berisiko dan berisiko rendah menyempit.

Faktor-faktor lain juga membebani minat untuk aset-aset yang didorong oleh risiko. Kasus COVID-19 di Shanghai naik dalam tingkat tercepatnya selama tiga bulan minggu ini, mendorong kekhawatiran bahwa China akan memberlakukan lebih banyak lockdown di pusat keuangan terbesarnya.

Fokus kini juga tertuju pada Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis China minggu ini, untuk mencari lebih banyak isyarat tentang kebijakan China selama lima tahun ke depan.

Kekhawatiran krisis ekonomi di Inggris, di tengah spekulasi apakah Bank of England akan menarik dukungannya untuk pasar utang, juga membebani sentimen. Poundsterling turun 0,1%, imbal hasil gilt menyentuh rekor tertinggi minggu ini.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses