MLaporan hari Jumat pagi tunjukkan kesibukan manufaktur Selandia Baru menurun ke level paling rendah lima tahun di bulan Desember karena kelompok usaha tunda ketentuan besar hingga ada kejelasan sesudah perubahan di pemerintahan, memberikan sentimen penurunan dalam survey kepercayaan usaha minggu ini.
Kemampuan indeks manufaktur BusinessNZ-Bank of New Zealand menurun 6, 5 point ke 51, 2 pada penyesuaian musiman bulan Desember. Walau selalu jalan dengan pembacaan ekspansif diatas 50 di setiap bulan mulai sejak Oktober 2012, ini adalah hasil paling rendah mulai sejak Desember 2012.
Kelompok usaha Selandia Baru sudah gelisah mulai sejak terjadinya pemerintah yang di pimpin oleh Partai Buruh karena mereka menanti untuk lihat akibat kebijakan baru pada beberapa hal seperti jalinan industrial, pasar tenaga kerja serta perdagangan dan pasar property.
“mengambil dari bukti anekdotal, untuk data semua ekonomi, tunjukkan ada cegukan saat penentuan dalam kesibukan karena usaha tunda ketentuan pengeluaran, investasi serta perekrutan besar hingga ada kejelasan yang semakin besar serta, yang lebih perlu, mengerti peluang perubahan kebijakan. Laporan hari ini berkelanjutan dengan hipotesis itu, ” kata kepala penelitian BNZ Stephen Toplis.
Menurun Dolar Selandia Baru ke 72, 87 sen AS dari 73, 04 sen sebentar sesudah launching data itu tetapi lalu sembuh ke 73, 02 sen hingga berita ini dirilis.
Toplis menyebutkan sesaat dia memprediksi kesibukan manufaktur juga akan kembali sembuh demikian ketidakpastian politik menyusut, ada pula sinyal tanda dalam data itu kalau produksi untuk yang akan datang bisa tertekan karena penurunan pesanan baru dapat dibuktikan semakin besar dari pada penurunan persediaan.
Menurut dia, dengan data itu bermakna product domestik bruto kuartal ke-4 mungkin saja lebih rendah dari jumlah perkiraan. BNZ sudah memperkirakan kenaikan sub-konsensus 0, 5 % serta nampaknya ada resiko penurunan yang bertambah.
Hasil keterangan dari Toplis, data itu lebih lemah daripada ekuivalen survey kuartalan opini usaha yang dipublikasikan dalampekan ini dari New Zealand Institute of Economic Research (NZIER). Sejumlah 16 % perusahaan manufaktur yang disurvei memprediksi keadaan ekonomi juga akan lebih buruk pada paruh pertama tahun ini, lawan pembacaan positif 12 % pada periode yang sebelumnya.
Tetapi untuk output, 25 % menyebutkan kalau mereka alami kenaikan pada kuartal paling akhir, naik dari 12 % pada kuartal September serta 18 % menyebutkan kalau mereka memprediksi juga akan berlangsung kenaikan pada kuartal selanjutnya.






