Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Launching Notulen FOMC, USD Mengkhawatirkan

Launching Notulen FOMC, USD Mengkhawatirkan

632
0

Dolar AS tunjukkan perform jelek versi memasuki perdagangan hari Kamis 22/8. Pasangan USD/JPY terkoreksi semakin menurun sebesar 106.500, sesaat DXY tergelincir sebesar 0.1 % ke posisi 98.15 pada awal session Eropa.

Masalahnya launching notulen rapat kebijaksanaan bank sentra AS FOMC yang diterbitkan barusan pagi tidak memberi kepastian tentang prospek pergantian suku bunga.

Notulen rapat FOMC menyingkap bukti jika sebagian besar petinggi paling tinggi Federal Reserve memandang pemotongan suku bunga 25 basis point pada tanggal 31 Juli lalu jadi rekalibrasi tempat kebijaksanaan, atau rekonsilasi di pertengahan siklus, jadi tanggapan pada evolusi outlook ekonomi.

Meskipun begitu, ada ketidaksamaan opini tentang bagaimana re-kalibrasi itu dikerjakan.

Beberapa anggota rapat FOMC disebut inginkan pemotongan suku bunga sampai 50 basis point selekasnya mungkin, karena urgensi aksi yang lebih kuat untuk meningkatkan pergerakan inflasi.

Namun, beberapa anggota lainnya malah memiliki pendapat suku bunga semestinya tidak dirubah, sebab menilai ekonomi riil terus ada dalam keadaan baik.

Silang opini ini membuat aktor pasar menjaga harapan pemotongan suku bunga pada rapat FOMC selanjutnya.

Berdasar data CME FedWatch, aktor pasar masih memprediksi akan berlangsung 3x pemotongan suku bunga Fed dalam tahun ini.

Ada kemungkinan 100% untuk pemotongan suku bunga dalam rapat FOMC tanggal 17-18 September 2019, 75% untuk rate cut pada bulan Oktober, selanjutnya 48% untuk pemotongan pada bulan Desember akan datang.

Kondisi ini tingkatkan ketidakpastian outlook Greenback, sesudah Presiden Donald Trump menggagalkan gagasan peluncuran paket pemotongan pajak baru.

Di hari Rabu, Trump justru kembali mengemukakan himbauan supaya Federal Reserve lakukan pelonggaran moneter penambahan.

Investor serta trader sekarang menanti pertemuan beberapa petinggi bank sentra di Jackson Hole, Wyoming, pada akhir minggu. Dalam peluang itu, pidato ketua Fed serta FOMC, Jerome Jay Powell akan jadi perhatian penting.

Tidak hanya berkaitan suku bunga, kejadian pembalikan inversi kurva yield obligasi pemerintah AS minggu lalu sudah memantik kegelisahan aktor pasar sebab dipandang seperti satu diantara signal krisis. Opini Powell tentang beberapa rumor itu punya potensi jadi market mover.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses