DXY menjaga tempatnya di rangking paling tinggi dua minggu seputar posisi 97.25 mendekati akhir session Eropa hari Senin 8/7.
Publikasi data Non-farm Payroll NFP minggu lalu sudah melonjakkan nilai ganti Greenback pada sebagian besar mata uang mayor, sekaligus juga mengatur harapan pasar tentang prospek pemotongan suku bunga Federal Reserve bulan ini.
Data pemerintah AS tunjukkan penciptaan lapangan kerja di bidang non-pertanian yang melewati harapan pada periode Juni 2019, walau tingkat pengangguran bertambah.
Data NFP mencatat kenaikan sekitar 224,000 jauh di atas perkiraan awal yang cuma 160,000 atau perolehan 72,000 pada bulan Mei.
Perolehan kompak itu hampir menyapu bersih pertaruhan pemotongan suku bunga Fed sebesar 50 basis point untuk bulan Juli ini, yang sudah sempat marak selesai jeleknya data bidang manufaktur Amerika Serikat.
Meskipun begitu, data menyaratkan jika perekonomian AS mulai kehilangan momen sebab perkembangan upah yang moderat serta penambahan tingkat pengangguran dalam periode yang sama. Keseluruhannya, Fed masih direncanakan akan memotong suku bunga sebesar 25 basis point dalam rapat kebijaksanaannya akhir bulan ini.
Selanjutnya, investor serta trader akan memperhatikan testimoni Ketua Federal Reserve Jerome Powell di depan Kongres AS di hari Rabu serta Kamis akan datang.
Pengakuannya akan disoroti jadi referensi sentimen pasar penting sebelum keluarnya launching data ekonomi penting selanjutnya.
Tak ada urgensi besar buat Fed untuk melakukan tindakan, serta tentunya yidak sebesar 1/2 %. Tetapi, Ketua Fed Powell dapat menantang pada inspirasi jika Fed akan memotong suku bunga sebesar 75 basis point selama tahun ini, dengan memperjelas ekspansi ekonomi masih kuat, keadaan keuangan kuat.
Peluang menggenggam pemotongan jadi ‘asuransi’. kata Marc Chandler, pimpinan ahli taktik pasar di Bannockburn Global Forex, seperti diambil oleh Reuters.
Selain itu, beberapa lawan paling dekat Dolar AS justru diterpa berita jelek. Euro tersuruk di rata-rata 1.1220 pada Dolar AS sebab didesak oleh data pabrikan Jerman serta kepercayaan investor Zone Euro yang alami penurunan relevan.
Poundsterling lemah jadi akibatnya karena merebaknya harapan pemotongan suku bunga oleh bank sentra Inggris belakangan ini.






