Beranda Analisa Forex Laporan Inflasi AS Hari Ini Turun

Laporan Inflasi AS Hari Ini Turun

551
0

Launching laporan CPI AS MoM pada Jumat 10/April malam memperlihatkan pengurangan ke -0, 4 % di bulan Maret, sesudah statis di level 0, 1 % dalam dua bulan pertama pada tahun 2020.

CPI bulan Maret itu lebih rendah dibanding harapan pengurangan ke -0, 3 %, serta sekaligus juga jadi yang paling rendah semenjak bulan Januari 2015.

Badan Ketenagakerjaan AS mencatat jika pemicu penting turunnya inflasi ialah jatuhnya harga minyak sekitar 10, 5 %. Harga ticket pesawat, penginapan, serta baju turun karena sepinya konsumen dalam rencana Physical Distancing untuk hindari virus Corona.

Sebaliknya, harga makanan, service kesehatan, serta otomotif malah naik. Selain itu, Core Inflation yang tidak mempertimbangkan harga makanan serta energi yang volatile, juga tidak lebih bagus.

Pengurangan core CPI sampai -0, 1 % di bulan Maret, lebih jelek dibanding harapan pengurangan ke 0, 1 %, dari level 0, 2 % di bulan Februari.

Sesuai keterangan analis forex Junichi Ishikawa, dari IG Securities Tokyo, semua langkah yang diambil oleh The Fed sekarang berbuntut pada bertambahnya supply Dolar AS.

Tetapi, dengan timbulnya info mengenai menyusutnya virus Corona membuat Dolar AS yang berperan untuk safe haven, melemah.

The Fed sudah ambil beberapa langkah tidak sama. tapi hasilnya ialah penambahan besar dalam supply Dolar AS,  kata Ishikawa.

Kabar-kabar positif masalah virus, kurangi seperti kecemasan pasar untuk lari ke Dolar AS yang kita tonton diawalnya tahun ini. Hasilnya ialah melemahnya Dolar AS dengan cara gradual.

Ekonomi AS Berjuang Hadapi Pandemi Corona

Sekitar 45 ekonom solid menyebutkan Amerika Serikat AS sedang hadapi krisis serta akan berusaha menantang krisis sampai ke paruh pertama 2020, untuk efek epidemi virus corona SARS Cov-2. Hal tersebut dipastikan hasil dari satu jajak opini.

Merilis CNN, Jumat 10/4, beberapa ekonom itu meramal krisis tajam yang pendek akan berjalan sampai pertengahan tahun ini karena epidemi virus corona.

Asosiasi Usaha serta Ekonomi AS NABE temukan limitasi kesibukan ekonomi yang ketat sekali, hingga perkembangan ekonomi diprediksikan akan jatuh ke level 2, 4 % pada kuartal pertama tahun ini.

Sesaat pada kuartal ke-2, NABE memperhitungkan pengurangan sebesar 26, 5 %. Pasar tenaga kerja AS akan alami pukulan paling besar bersamaan dengan penutupan massal usaha di beberapa bidang.

NABE ungkap tingkat pengangguran AS akan melesat jadi 12 % pada pertengahan tahun.

Pada kuartal ke-2, 4, 58 juta masyarakat AS mempunyai potensi kehilangan pekerjaan mereka,  kata NABE. Tingginya angka PHK akan menyeret tingkat pengeluaran, sisi paling besar dari roda penarik ekonomi AS.

Mengonsumsi warga berperan sebesar 70 % dari keseluruhan perkembangan ekonomi AS.

Walau begitu, beberapa ekonom optimistis perekonomian Negeri Paman Sam akan membumbung pada pertengahan ke-2 2020 dengan perkembangan di tempat 6 % di akhir tahun.

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses