Bukan dalam artikel ini saja yang mengulas tentang apakah itu indeks dollar lambangnya umumnya USDX, DX, atau DXY. Nah, sesudah membaca artikel itu, namun Anda juga harus memastikan tentang bagaimana langkah dalam trading forex indeks dolar, jika anda sudah mengetahui apakah itu indeks dolar, lantas untuk bagiamanakah?
Tidak sedikit yang sudah mempelajari currency pair yang ditransaksikan bersama dengan USD. Yang populer salah satunya ialah EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, USD/CHF, USD/CAD, NZD/USD, AUD/USD.
Dengan transaksi currency pairs itu, DXY dapat kita gunakan untuk lengkapi analisis kita. Indeks dolar dapat memberi perspektif lainnya mengenai keadaan USD, apa ia kuat atau condong melemah pada mata uang dunia. Di dunia forex, gerakan indeks dolar dapat kita gunakan menjadi indikator pada kekuatan USD.
EUR/USD dengan DXY

Terdapat sesuata yang menarik serta sedikit yang tahu perihal ini, gerakan EUR/USD serta indeks dolar itu pada umumnya bersimpangan arah. Sebab, seperti yang sudah kita bahas pada artikel yang sebelumnya, lebih dari 50% dari formasi DXY itu ialah euro sebesar 57,60%.
Dalam pengamatan dari gerakan DXY, sesaat grafik yang berada di samping bawah ialah gerakan EUR/USD. Gerakan yang dianalisa ialah dari 26 Oktober 2018 sampai 5 November 2018, menggunakan timeframe H1.
Dengan melihat garis merah, penjelasan DXY bergerak naik, EUR/USD turun serta demikian sebaliknya. Seolah-olah dua gambar tersebut seperti bayangan pada cermin.
Bukti ini dapat kita gunakan saat kita akan trading EUR/USD. Bahkan juga ada trader yang manfaatkan DXY menjadi tanda teknikal untuk EUR/USD.
Bila DXY berjalan dengan berarti, hampir dapat kita yakinkan jika beberapa aktor pasar akan bereaksi pada gerakan itu. Bahkan juga sebetulnya, baik DXY ataupun beberapa aktor pasar sama-sama bereaksi keduanya.
Contohnya, bila berlangsung breakout yang berarti atas satu major currency pair contohnya EUR/USD atau GBP/USD, jadi umumnya DXY akan berjalan berarti. Utamanya, beberapa aktor pasar memandang DXY adalah tanda kunci buat arah USD pada mata uang penting dunia.
Jadi, EUR/USD serta DXY itu seperti saudara kembar tapi beda watak, jadi saat kita akan mentransaksikan EUR/USD, sebaiknya awasi ikut keadaan DXY.
Kita lihat ada tanda sell di EUR/USD, jadi coba intip ikut DXY. Bila saat yang sama muncul tanda bullish di DXY, jadi kemampuan tanda sell di EUR/USD itu bertambah kuat. Dalam kata lainnya, tanda sell itu; yang mungkin umumnya akurasinya cuma 70%; dapat bertambah jadi 80%.
DXY versus Major Currency Pair
Sama juga dengan trick pada EUR/USD diatas, akan tetapi mungkin tidak sesignifikan pada EUR/USD. Tapi sekurang-kurangnya dapat kita gunakan ikut, mengingat DXY ialah tanda buat kemampuan USD pada umumnya.
Nah, contohnya pada saat mentransaksikan USD/CHF, jadi USD bertindak selaku base currency serta CHF ialah counter currency. Pada EUR/USD, contohnya, ialah kebalikannya.
Jadi, bila kita mentransaksikan pair yang USD-nya menjadi base currency seperti USDCHF, USDJPY, atau USDCAD, kenaikan DXY kemungkinan ikut dibarengi oleh kenaikan pair itu.
Bila USD ialah base currency USD/XXX, jadi arah pair itu condong searah dengan DXY. Bila USD ialah counter currency XXX/USD, jadi arah pair itu condong bersimpangan arah dengan DXY.







