Untuk perdagangan pasar uang Asia Pasifik menjelang siang ini, khusu untuk greenback sedang mengalami tekanan terhadap mata uang utama dunia, kondisitersebut membuat sejumlah investor semakin waspada pada saat kebijakaan tarif impor AS untuk berbagai produk yang berasal China.
melihat kondisi dari pasar dalam perdagangan kemarin, situasi dari greenback berhasil menjadi tekanan dari terhadap mata uang utama dunia, namun berbeda dengan kondisi dari pound dengan dolar Australia yang berhasil bergerak naik, dengan konisi tersebut membuat EURUSD memasui sesi penutupan menurun di angka 1, 2270.
Sedangkan untuk pasangan mata GBPUSD memasuki sesi penutupan bergerak naik di angka 1, 4054, untuk pasangan mata uang AUDUSD sesi penutupan bergerak naik di angka 0, 7682 dan USDJPY ikut menurun di angka 106, 58. Dalam perdagangan pagi ini pasangan mata uang EURUSD yang terus bergerak menuju level 1, 2285, Sedangkan GBPUSD menuju di level 1, 4094, untuk AUDUSD menuju di level 0, 7711 yen berada level 106, 48.
Namun sebelumnya nilai dolar AS semakin lebih baik kondisi tersebut disuport dari bisnis AS yang akan terkena tarif impor yang baru dari sebagian produk yang berasal China memiliki nilai sebesar $50 milyar hingga menuju $60 milyar untuk per tahunnya.
Selain itu dari China sendiri dalam pekan kemarin memberikan tarif impor untuk 128 produk yang berasal AS sebesar $3 milyar dalam setiap tahunnya. Sesuai dari keterangan dari Kementerian Keuangan China, usaha untuk perlindungan dari kebijakan tarif impor tersebut dengan ketentuan dan aturan WTO dengan pihak China bahkan tidak melakukan banding dengan kebijakan perlindungan dari AS, menungg semakin maraknya perang dagang yang sudah dimulai dari pihak China.
Semakin memanasnya perang dagang ini akan memicu berbagai pihak akan semkain menguntungkan dan akan dimanfaatk berbagai trader menunggu kondisi ekonomi china dan AS , saat ini beberapa investor mencoba untuk menimbun aset yang dimiliki karena kondisi pasar yang belum stabil.






