Dalam beberap jam sesudah Trump menginformasikan bea import spesial atas product China, negeri yang di pimpin Presiden Xi Jinping ini menginformasikan bea import balasan atas barang sejumlah USD3 Milyar yang di-export AS ke China, meliputi beragam barang dari mulai besi baja sampai daging babi.
Dengan terinci, Menteri Perdagangan China menyebutkan juga akan membanderol tarif 25% atas import daging babi serta alumunium siklus ulang, dan 15% dari pipa besi AS, buah-buahan, serta anggur. Diluar itu, China akan memajukan tuntutan dari AS di World Trade Organization.
” Ini adalah langkah awal dari China, mensinyalkan kalau aplikasi tarif import oleh AS juga akan menyebabkan tanggapan balasan yang dilihat dari Beijing cukup seimbang, ” tegas Eswar Prasad, bekas pimpinan dari divisi China yang ada di IMF yang saat ini masih aktif di Cornell University, terhadap Bloomberg.
” China mempunyai kekuatan untuk menyebabkan rusaknya ekonomi penting untuk exportir AS yang menghadirkan beberapa barang spesifik, serta dapat memakai tindakan terbuka ataupun yang masih tersembunyi seperti mengganggu jalur distribusi untuk merugikan berbagai perusahaan manufaktur AS. ”
Hal sama di sampaikan juga dari Wei Jianguo, eks wakil menteri perdagangan yang saat ini jadi direktur eksekutif think-tank China Center for International Economic Exchanges, ” China tidak takut serta akan tidak hindari perang dagang.
Kami mempunyai banyak alat untuk balik melawan, di bagian import mobil, kedelai, pesawat terbang, serta keripik. Di bagian beda, Trump mesti tahu kalau ini yaitu inspirasi yang begitu jelek, serta akan tidak ada pemenang, serta akan tidak memberi hasil baik untuk ke-2 negara. ”
Apabilan perang dagang AS-China menggunakan amunisi bea import ini selalu berlanjut serta direalisasikan sampai lebih dari sebatas pengumuman, jadi kondisi ini juga akan betul-betul terwujud, dan melibatkan beragam negara yang lain. Dalam periode pendek ataupun periode panjang, pasar finansial juga akan menanggung derita yang sangat cukup besar.






