Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Konflik Antara Iran Dengan AS Dan Inggris Terhadap Pasar

Konflik Antara Iran Dengan AS Dan Inggris Terhadap Pasar

824
0

Iran sedang terjebak perselisihan antara kedua negara , yakni Amerika Serikat  serta Inggris. Perselisihan itu diprediksi bisa memberikan pengaruh yang negatif pada harga komoditas sektor minyak bumi. Berbagai analis yang memperkirakan untuk harga minyak akan mencapai US$ 150/Barel.

 

Lalu, apa sebagai penyebab perselisihan di antara Iran dengan AS dan Inggris Perselisihan ini mulai ada sesudah Donald Trump tahun 2018 memutuskan untuk menarik Negeri Paman Sam mundur dari kesepakatan nuklir serta menjatuhkan sangsi ekonomi untuk Iran.

 

Kesepakatan nuklir tahun 2015 yang dibiarkan itu sebenarnya mempunyai tujuan menahan Iran meningkatkan senjata nuklir. Tetapi, dalam beberapa waktu paling akhir, kemelut makin bertambah.

 

Ini sesudah berlangsung rangkaian kejadian di serta seputar Teluk Oman yang disebut jalan laut utama sebagai tarnsportasi pengiriman minyak ke Timur Tengah.

 

Kemelut pertama-tama bertambah memasuki bulan Mei. Waktu itu, dengan diledakannya empat tanker minyak yang ada di Teluk Oman. Tuduhan AS terhadap Mullah yang meledakkan kapal-kapal menggunakan ranjau. Tetapi, dakwaan itu dibantah Iran.

 

Beberapa minggu berlalu, terjadi kembali ledakan dua kapal tidak jauh dari tempat semula. Mulai sejak itu, AS serta Inggris menguatkan pasukan AL (angkatan laut) khusus untuk wilayah tersebut.

 

Sesuai yang dikutip dari  The Guardian, tidak berapakah lama sesudah insiden itu, militer AS meluncurkan rekaman video yang tunjukkan satu kapal patroli militer milik Iran yang mendekati satu dari dua tanker.

 

Militer AS meluncurkan photo yang diberitakan tunjukkan ranjau disamping kapal tanker serta beberapa photo kehancuran terhadap jantung kapal. Selang beberapa waktu selanjutnya, Kamis 20/6/2019, Iran tembak jatuh pesawat tanpa ada awak drone punya militer AS.

 

Hal tersebut tingkatkan kemelut mereka. Saat itu, Garda Pengawal Revolusi Iran menjelaskan sudah tembak jatuh “pesawat mata-mata Amerika yang mengganggu” sesudah masuk ke daerah negara itu.

 

Seseorang petinggi AS selanjutnya memverifikasi pada CNN jika satu pesawat tidak berawak sudah ditembak jatuh. Namun, ia menjelaskan kejadian itu berlangsung di daerah udara internasional di atas Selat Hormuz, satu diantara rute pengiriman minyak paling penting di dunia.

 

Selanjutnya Kamis 18/7/2019, Presiden Trump menjelaskan AS sudah tembak jatuh drone Iran tepat di Selat Hormuz. Pengakuan Trump dikatakan sebelumnya setelah di hari yang sama, Iran menjelaskan sudah mengambil alih kapal tanker minyak asing di Teluk Persia dan meluncurkan video jadi bukti.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses