Perusahaan-perusahaan di Jepang meningkatkan panjang catatan penurunan produktivitas sampai Desember.
Produktivitas perusahaan Jepang terus turun sejak Mei kemarin. Dikutip dari Reuters, Jibun Bank menyampaikan penurunan Purchasing Managers Index Jepang ke angka 48,8, berlainan tipis dari bulan kemarin yang berada di posisi 48,9.
PMI Jepang terus ada dibawah angka 50 sepanjang delapan bulan paling akhir. Merosotnya PMI Jepang akan berefek pada penurunan ketertarikan investor pada pasar investasi di Negeri Sakura.
Bila prediksi ekonom tunjukkan terdapatnya penurunan PMI pada awal tahun kedepan, karena itu Jepang akan menyamakan rekor penurunan PMI terpanjang sepanjang sembilan bulan sama dengan Februari 2013.
Key output serta new order indicator Jepang ikut tunjukkan penurunan yang berkelanjutan sepanjang 2019 memberikan indikasi kelesuan kegiatan perusahaan.
Walau demikian, Penurunan export yang berlangsung sepanjang 13 bulan diproyeksikan lebih baik sesudah tunjukkan penambahan saat melambatnya tempo penurunan.
Dibalik Menguat Bursa Saham AS
Investor menanti hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan penasihat perdagangannya mendekati tenggat waktu 15 Desember.
Mencuplik laporan Reuters yang mengambil sumber pada narasumber anonim, pertemuan Trump itu dikerjakan untuk memuluskan persetujuan babak perdana, serta menghadapi bila tidak ada persetujuan yang dicapai.
Laporan Bloomberg serta The Wall Street Journal mengatakan jika AS berkesempatan tunda pengenaan biaya penambahan, tapi selanjutnya dibantah oleh penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada Selasa.
Walau sentimen megatif perang dagang menempa bursa semenjak 2018, selama tahun ini Indeks S&P 500 serta Dow Jones tertera kuat semasing 25,3% serta 19,7%. Di lain sisi, Nasdaq melonjak 30%.
Tahun kedepan akan lebih liar… Bisa menjadi tahun pemilu. Ingat 2016? Waktu itu adalah tahun berat saat pasar terseok-seok cetak return positif, papar CIO CalSTRS Christopher Ailman.
Sentimen negatif ada dari data pengangguran mingguan yang tertera naik ke posisi tertingginya dalam 2 tahun, yaitu sebesar 49.000, jadi 252.000.
Berdasar data Departemen Tenaga Kerja AS, angka itu adalah yang paling tinggi semenjak 30 September 2017.
Data itu keluar pas sesudah bank sentra AS mengatakan tidak mengubah suku bunga referensi sampai 2020. Fed Funds Rate periode Desember dipertahankan lewat ketetapan mufakat bundar.






