Beberapa pemimpin Uni Eropa memberitahu Theresa May pada Kamis tempo hari jika ia bisa mempunyai waktu dua bulan penambahan untuk mengendalikan
Brexit yang teratur, akan tetapi Inggris masih berefek melawan hard brexit yang kekacauan di Jumat minggu kedepan bila perdana menteri tidak berhasil memperoleh suport dari internal parlemen Inggris.
Hal itu mengakibatkan Pound ada dibawah desakan sebab investor lihat resiko Brexit tiada persetujuan naik di dalam pertanda ketidaksabaran diantara beberapa pemimpin Uni Eropa yang berjumpa May untuk pertemuan puncak 24 jam di Brussels.
Beberapa diplomat UE menjelaskan permintaannya untuk penundaan sampai 30 Juni nampaknya akan dipenuhi dengan preferensi UE supaya Inggris mengakhiri normalitas serta mengawali perubahan status quo untuk pergi sebelum orang Eropa pilih parlemen baru mulai 23 Mei.
Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin sebelum keberangkatannya ke Brussels sudah sempat memgatakan jika dia akan berusaha sampai menit paling akhir untuk hindari Brexit yang tidak ada persetujuan.
May bisa mempunyai perpanjangan, baiknya di bulan Mei dibanding Juni, tuturnya. Tapi bila ia tidak berhasil memperoleh suport di London untuk satu persetujuan, jadi persekutuan Uni Eropa mesti masih siap-siap untuk peluang yang terburuk.
Nasib salah satunya kemampuan ekonomi penting Eropa terdapat pada apa anggota parlemen Inggris sendiri minggu kedepan akan mengubah dua kekalahan berat untuk kesepakatan penarikan May yang disetujui dengan Uni Eropa pada November.
Dengan parlemen serta sejumlah politik terpecah, kebuntuan dapat bermakna Inggris dengan default jadi limbo legal di luar UE pada 29 Maret.
Bila persetujuan itu diselamatkan, beberapa pemimpin Uni Eropa kemungkinan di tandatangani dari jarak jauh pada perpanjangan batas waktu sampai pertengahan Mei, atau sampai akhir Juni, sebelum parlemen Uni Eropa baru bersidang.
Kami bisa memperhitungkan perpanjangan pendek dengan prasyarat nada positif pada Kesepakatan Penarikan di House of Commons, kata ketua KTT Donald Tusk pada beberapa pemimpin di hari Rabu.
Beberapa diplomat menjelaskan pertemuan utusan nasional memberikan indikasi jika sejumlah besar pemerintah akan pilih Inggris pada pertengahan Mei atau mewajibkannya membuat penentuan parlemen Uni Eropa sendiri pada 23 Mei.
Tapi bila May tidak berhasil minggu kedepan, beberapa pemimpin mengharap untuk balik lagi ke dewan darurat dimana Inggris bisa dikasihkan setahun kembali atau lebih untuk mengakhiri krisisnya.






