Konflik dagang Amerika Serikat VS China akan berkobar lagi. Pemicunya, Amerika Serikat AS meningkatkan perusahaan China yang masuk dalam perincian hitam.
Ini adalah ke-3 kalinya pemerintah AS masukkan beberapa perusahaan asal China ke daftar hitam.
Awalnya, dengan cara keseluruhan ada 37 entitias perusahaan yang dimasukkan ke daftar hitam sebab terjebak tanda-tanda implikasi kerja paksa pada etnik Uighur serta minoritas lain.
Kementerian Perdagangan Amerika Serikat AS kembali lagi masukkan 11 perusahaan China ke daftar hitam.
Hal tersebut dilaksanakan AS sebab perusahaan itu diindikasi lakukan pelanggaran hak asasi manusia HAM pada etnik Uighur di Propinsi Xinjiang.
ementerian menjelaskan 11 perusahaan itu terjebak dalam implikasi kerja paksa eknik Uighur serta barisan minoritas lain seperti dikutip dari Nikkei Asian Ulasan, hari Selasa 21/7/2020.
Perusahaan yang masuk daftar hitam itu tidak bisa beli elemen atau barang untuk perusahaan asal AS tanpa ada kesepakatan pemerintah AS.
Perusahaan pun tidak dapat jual barangnya ke AS. Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, menjelaskan China dengan cara aktif mempromokan praktik kerja paksa.
Disamping itu faksi Kedutaan Besar Kedubes China di AS menampik untuk memberi komentar. Kementerian Luar Negeri China mengomentari tambahan daftar entitas yang dimasukkan ke daftar hitam oleh AS.
Mereka menjelaskan cara AS itu bisa meregangkan ide keamanan nasional, salah gunakan kontrol export, menyalahi norma-norma fundamen yang mengendalikan jalinan internasional, serta mengganggu kepentingan dalam negeri China.
Beberapa perusahaan masuk ke ke daftar hitam ialah KTK Grup Co, Tanyuan Technology Co, Esquel Textile Co, dan sebagainya.
Pada April, Esquel menyanggah memakai tenaga kerja paksa dari etnik Uighur serta minoritas lain dari Xinjiang. Pada 1 Mei, Dinas Bea Cukai serta Perlindungan Tepian CBP AS memasukkan Hetian Haolin Hair Asesoris Co ke daftar hitam.
CBP menghentikan import produk rambut perusahaan itu sebab mereka mendapatkan bukti perusahaan itu mengaplikasikan kerja paksa.
Pada 1 Juli, CBP amankan nyaris 13 ton produk rambut lebih dari 800.000 dollar AS atau sama dengan Rp 11,8 miliar yang datang dari Xinjiang.
Josh Hawley Senator AS dari Partai Republik, menjelaskan ia akan ajukan undang-undang yang akan memberi hukuman perusahaan di AS yang mengaplikasikan kerja paksa dalam rantai suplai mereka.






