Harga minyak mentah kembali melemah selama sesi perdagangan Senin 10/7/2017, seakan meneruskan penurunan tajam yang berlangsung pada minggu lantas, sesudah kesibukan pengeboran AS kembali naik serta punya potensi tingkatkan supply minyak global. Jatuhnya harga minyak juga dipicu oleh kenaikan produksi Libya serta Nigeria yang tidak dimasukkan dalam perjanjian restriksi output. Kesibukan pengeboran di ke-2 negara itu sudah sembuh sesudah dihantam kerusuhan dalam satu tahun lebih terakhir.
Harga Minyak Brent turun 51 cent jadi $46. 2 per barrel pada jam 18:20 WIB, sesaat harga Minyak AS turun 49 cent jadi $43.74 per barrel. Bahkan juga harga minyak pernah menyentuh level paling rendah hari Jumat 7/7 pekan kemarin.
” Pasar Minyak ada dalam problem serta tampak rawan menuju angka yang lebih rendah (alami penurunan) “, tutur pialang PVM dalam satu pernyataan tertulis.
Sebelumnya, OPEC dengan produsen minyak non-OPEC sudah setuju untuk membatasi produksi hingga Maret 2018 yang akan datang. Tetapi kelihatannya perjanjian itu kelihatannya tidak berhasil kurangi melimpahnya supply minyak global.
Sebagian menteri paling utama OPEC dijadwalkan juga akan membuat pertemuan dengan perwakilan dari Negara non aggota di St. Petersburg, Russia pada tanggal 24 Juli yang akan datang untuk mengulas kondisi pasar minyak yang terancam selalu alami penurunan apabila tak ada usaha membatasi produksi.
Perwakilan Kuwait juga menyebutkan kalau Libya serta Nigeria ikut diundang dalam pertemuan itu serta produksi keduanya dapat tertutupi sebelumnya November, menurut Bloomberg. Diluar itu pihak Libya juga sudah mengkonfirmasi kemunculannya (siap berdialog) dengan mempertimbangkan segi ekonomi, politik serta kemanusiaan.
Usaha OPEC membatasi produksi minyak makin susah dikerjakan, pasalnya kesibukan pengeboran AS dalam sebagian bulan terakhir selalu bertambah. Perlu untuk diketahui kalau produksi minyak AS sudah bertambah 10 % mulai sejak pertengahan 2016.
Penambahan jumlah Rig minggu selanjutnya jadi kenaikan ke-24 dalam 25 minggu paling akhir yang menandai kesibukan pengeboran paling cepat mulai sejak April 2015.
“Ini (harga minyak turun) adalah tanggapan pasar pada berita yang mengatakan produksi minyak AS makin bertambah, ” bunyi pernyataan Commerzbank dalam satu catata tertulis.
Pada jam 20 : 21 WIB, Minyak WTI Future Agustus ada dilevel $43. 92 per barrel atau turun 0. 71 % mulai sejak pembukaan sesi hari ini.






