Dari laporan Kementerian Keuangan AS tadi malam keluarkan maklumat berbentuk sanksi pada 7 individu serta tiga entitas yang memiliki hubungan dengan Korea Utara sesudah memperoleh info rahasia dari Kementerian Luar Negeri AS tentang pelanggaran HAM yang dikerjakan dari rezim Kim Jong-un.
Hukuman yang dikerjakan yaitu membekukan semua propserti maupun berbentuk semua kebutuhan property di dalam yurisdiksi AS dan melarang lakukan transaksi dengan warga AS, baik individu ataupun satu perkumpulan, dari entitas atau instansi di dunia yang seringkali terkait dengan pemerintah Pyongyang serta Partai pekerja Korea.
Korea Utara saat ini digerakkan oleh rezim yang begitu sadis serta brutal hingga masih tetap selalu lakukan pelanggaran HAM yang serius. Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin begitu prihatin dari militer Korea Utara, yang terus beroperasi jadi polisi rahasia serta sudah menghukum semua bentuk ketidaksamaan pendapat didalam negerinya.
Sedang polisi rahasia Korea Utara ini sudah banyak memburu warganya yang sedang bermasalah hingga berupaya mencari suaka serta lari ke luar negeri dengan dengan brutal menahan serta kembalikan masyarakat itu dengan paksa, tambah Mnuchin.
Mnuchin menyebutkan kalau target sanksi itu membidik petinggi militer serta rezim Korea Utara yang ikut serta dalam pelanggaran hak asasi manusia yang mencolok.
Sasaran sanksi juga menghadap yaitu fasilitator keuangan Korea Utara yang berupaya melindungi rezim itu terus berjalan mata uang asing yang didapat lewat kerja paksa.
Sebagian pihak yang terserang hukuman termasuk juga beberapa diplomat Korea Utara, dari keamanan militer serta petinggi perusahaan konstruksi dari Negara tersebut.
Kementerian Keuangan AS menginformasikan paling tidak 8 bank Korea Utara serta 26 orang termasuk juga sebagian petinggi yang masuk di deretan kabinet Kim dan sebagian perusahaan konstruksi berkaitan jaringan keuangan negara itu sudah memperoleh hukuman itu.
Aksi ini adalah sisi dari hasrat AS untuk menghindar Korea Utara lakukan ujicoba senjata nuklir serta peluncuran rudalnya.
Selama ini, pihak dari Korea Utara belum ada respon pada hukuman itu, tetapi pasar segera menempatkan mata serta telinga dari wujud langkah balasan yang juga akan dikerjakan Pyongyang di akhir minggu ini.






