Pasangan USD/JPY melesat hampir 0.5 % ke rata-rata paling tinggi 109.20 dalam perdagangan 4/2 karena menyusutnya kecemasan aktor pasar pada efek wabah virus Corona 2019-nCoV.
Asset safe haven lain seperti Gold serta Franc Swiss alami penurunan relevan, sesaat bursa saham mulai bergairah kembali.
Semenjak awal bulan Januari, investor serta trader terus memonitor perubahan wabah virus Corona dengan berhati-hati.
Ketidakpastian sekitar rasio efek yang diakibatkan sudah menggerakkan penambahan ketertarikan beli pada aset-aset safe haven, sedang saham serta instrumen beresiko lain dirundung tindakan jual.
Namun, data-data paling baru memperlihatkan jika penebaran wabah virus Corona mulai teratasi. Per 4 Februari 2020, ada 20,659 masalah dengan 427 korban wafat serta 680 korban sembuh.
Angka infeksi paling baru memperlihatkan jika pergerakan perkembangan infeksi baru mulai melambat.
Ini ialah kabar baik sebab mengisyaratkan jika beberapa langkah yang diambil untuk mengatasi wabah mulai berperan serta penebaran penyakit akan selekasnya menyusut, kata Allan von Mehren dari Danske Bank.
Makin cepat wabah ini teratasi, karena itu makin kecil juga efek atau efek ekonomi kumulatif yang akan ditimbulkannya
Disamping itu, ada juga harapan AS akan memberi waktu lebih lama buat China untuk mengaplikasikan kesepakatan yang terdapat dalam persetujuan dagang babak satu atas fundamen alasan kemanusiaan.
George Vessey, seorang ahli mata uang di Western Union, memiliki pendapat, Kecuali kondisi lebih buruk selanjutnya, saya memprediksi investor akan memburu aset-aset beresiko tambah tinggi di harga yang tambah murah saat ini.
Sentimen pasar dapat secara cepat kembali positif, serta ini memutar-balikkan pasar. Kami anggap pasar awalnya bereaksi pada keresahan sekitar virus Corona serta kecemasan pada efeknya buat perekonomian China.
Walau kekhawatiran dalam kondisi kesehatan global ini masih jauh dari teratasi, sekarang harapan kami ialah efek ekonominya tidak akan berpengaruh periode panjang pada perekonomian global, tutur David Absolon.
Keributan sekitar virus Corona bisa saja sudah memandu investor kembali pada keamanan relatif yang diberi oleh obligasi akhir-akhir ini, tapi kami tidak memprediksi ini bisa menjadi trend berkepanjangan.






