Memasuki sesiawal perdagangan Eropa hari Jumat 21/12, DXY belumlah dapat bergerak dari posisi paling rendah sebulan tempatnya terdampar tempo hari. Tempat DXY masih tetap condong flat di seputar 96.40, sebab desakan tindakan jual ekuitas, kolapsnya harga minyak, serta intimidasi US Government Shutdown.
Akan tetapi, desakan ini cuma menyebabkan gerakan harga mendatar pada pasangan-pasangan mata uang mayor, karena likuiditas perdagangan mulai tipis mendekati natal.
Di hari Kamis pagi, Federal Reserve menginformasikan kenaikan suku bunga, tapi memberi prediksi kebijaksanaan tahun 2019 yang lebih dovish dibanding prediksi pasar. Mengakibatkan, berlangsung likuidasi berada diposisi long atas Dolar AS di dalam persiapan pasar menyongsong libur Natal.
Dalam keadaan semacam ini, mata uang Safe Haven sukses menjaga penguatan yang sudah dipanen. Pasangan USD/JPY konstan di paling rendah semenjak bulan September, sesaat USD/CHF terjatuh di posisi paling rendah bulan ini.
Penurunan yield obligasi pemerintah AS US Treasury selalu bersambung, hingga meredam Greenback dalam tempat melemah.
Walau sebenarnya, pengakuan The Fed tidak cuma mensinyalkan peluang jumlahnya kenaikan suku bunga lebih dikit, emlainkan ikut menunjukkan peluang kenaikan suku bunga semakin banyak bila keadaan perekonomian AS lumayan memadai.
Selain itu, indeks MSCI yang mengukur perform saham global sudah turun hampir 4 % dalam minggu ini, sampai sampai paling rendah semenjak April 2017
Dolar/Yen lumpuh sebab beberapa faktor yang menyebabkan investor untuk hindari resiko sudah bertambah sampai posisi tinggi sekali, dengan indeks Dow jatuh beberapa ratus point dari waktu ke waktu, tutur Bart Wakabayashi dari State Street Bank.
Sambungnya kembali, Banyak gerakan dalam pasangan mata uang Dolar/Yen yang didorong oleh aspek teknikal dalam Desember.
Ada dukungan yang kuat pada 112.00 Yen, serta saat posisi itu pada akhirnya ditembus, penurunan Dolar berlangsung dengan cepat sekali. Diluar itu, penguatan Yen bermakna ada kesempatan buat beberapa investor Yen untuk beli aset-aset asing.
Di lain sisi, Daisuke Karakama dari Mizuho Bank mengutarakan, Apakah Dolar akan temukan posisi dasarnya, sejumlah besar dipastikan oleh apa yield Treasury dapat kembali naik dari penurunan mereka.







