Harga minyak berakhir ditutup naik pada penghujung hari Kamis kemarin, namun kembali tergelincir pada session perdagangan Jumat pagi hari ini 7/Juli/2017. Kecemasan akan penambahan surplus minyak dari jumlah output Amerika Serikat yang pernah memudar saat rilis data Crude Oil Inventory dari Energy Information Administration, kembali menyusul satu pengumuman baru pemerintahan presiden Donald Trump.
Stock Minyak AS Alami penurunan Lebih Dari Harapan , Energy Information Administration (EIA) Kamis malam memberikan laporan kalau stock minyak mentah di negeri Paman Sam menyusut jumlah hampir 6.3 juta barel dalam periode satu pekan yang selesai tanggal 30 Juni. Angka itu semakin besar di banding pengurangan 2.3 juta barel yang diproyeksikan analis.
Disamping itu, persediaan Gasoline, satu diantara product hasil pengilangan minyak favorit, dengan tidak terduga juga alami penurunan 3.7 juta barel ; walau sebelumnya diekspektasikan akan naik 1.067 juta barel. Stock hasil distilasi yang lain juga tunjukkan penurunan besar, persisnya sejumlah 1.85 juta barel.
Terlepas dari angka-angka yang terlihat cemerlang itu, sentimen investor minyak masih tetap gamang. Keseluruhan persediaan minyak mentah AS masih tetap ada diatas rata-rata musiman, sesaat perjanjian pembatasn output yang dideklarasikan OPEC, Rusia, serta kawan-kawan juga dibayang-bayangi beragam keraguan.
Trump Percepat Pemrosesan Ijin Eksplorasi Migas, Akhir minggu lalu, harga minyak pernah reli sesudah Baker Hughes menyampaikan kabar berlangsung penurunan jumlah oil drilling rigs di lokasi Amerika Serikat. Walau demikian, pengumuman pemerintah AS pagi hari ini seolah menepis tanda-tanda penurunan laju produksi minyak itu.
Menteri Dalam Negeri AS, Ryan Zinke, di tandatangani surat perintah untuk melelang semakin banyak tempat serta percepat pemberian ijin eksplorasi migas di beberapa tempat punya pemerintah Federal. Mekanisme itu sebelumnya dipersulit di masa Presiden Barack Obama karna arah kebijakan yang lebih ramah lingkungan. Tetapi, Presiden Donald Trump sudah lama menyebutkan akan memudahkan penambangan di beberapa tempat federal, terutama untuk menggenjot pendapatan negara.
Per 31 Januari, ada 2,802 permintaan ijin yang terlambat. Beberapa besar ada di lokasi Wyoming, Utah, North Dakota, serta New Mexico.
Zinke tidak menyebutkan berapakah lama saat yang diperlukan untuk percepat pemrosesan semuanya ijin itu, cuma kalau ” Ini akan tidak usai dalam semalam. Kami tidak menginginkan ada konsekwensi-konsekuensi yang tidak dihitung. ”
Waktu berita ini ditulis, harga minyak Brent ada di kisaran $47.58 per barel, paling rendah mulai sejak 24 Juni. Demikian juga West Texas Intermediate (WTI), tersungkur di $45.06 per barel, meskipun pada hari Kamis pernah menyentuh kisaran $46.






