Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Kebijakan Trump Mendukung Dolar Australia Naik

Kebijakan Trump Mendukung Dolar Australia Naik

605
0

Ketika pembukaan pasar Sydney hari Senin 23 Juli, Dolar Australia masih tetap menjaga penguatan akhir minggu lantas karena tidak ada launching data ekonomi terpenting.

 

Timbulnya cuitan Presiden Donald Trump di Twitter menolong Aussie menjaga gain di awal minggu ini. Tidak hanya pada Dolar AS, Aussie juga menguat pada mata uang mayor lainnya. Pada jam 5 : 00 WIB, Aussie menguat 0. 18 % pada Yen, naik 0. 22 % pada Euro, menguat 0. 32 % pada Sterling, serta naik 0. 33 % pada Kiwi.

 

Komentar Presiden Trump di sosial media Twitter di akhir minggu lantas jadi salah satunya aspek yang menggerakkan Dolar Australia. Berikut pengakuan kontroversial Trump di account Twitter-nya.

 

China, the European Union and others have been manipulating their currencies and interest rates lower, while the U. S. is raising rates while the dollars gets stronger and stronger with each passing day – taking away our big competitive edge. As usual, not a posisi playing field.

 

 China, Uni Eropa serta negara yang lain sudah merekayasa mata uang serta suku bunga mereka lebih rendah, di waktu AS meningkatkan suku bunga hingga Dolar makin menguat sehari-harinya. Hal tersebut menghilangkan bagian kompetitif kami. 

 

 AS tidak semestinya dihukum, karena kami sudah mengerjakannya dengan begitu baik. Pengetatan kenaikan suku bunga saat ini menyakiti semuanya yang sudah kami kerjakan.

 

Oleh karenanya AS mesti diizinkan untuk ambil kembali apa yang hilang disebabkan manipulasi mata uang ilegal serta transaksi perdagangan yang jelek. Utang sementara lagi menurun tempo tetapi kita justru meningkatkan suku bunga – yang benar saja? 

 

Ke-2 cuitan Trump di akhir minggu lantas memberatkan Dolar AS serta menolong mata uang mayor lainnya seperti Dolar Australia untuk menguat. Pengakuan Trump itu lalu memetik banyak proses dari ekonom, diantaranya Rodrigo Catril, seseorang analis FX senior di National Australia Bank NAB.

 

Ia menyampaikan,  Pengakuan Presiden Trump yang berkesan tidak senang dengan penguatan Dolar AS sampai kini, membatasi potensi keuntungan Greenback dalam periode pendek,  demikian uangkapnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses