Raphael Bostic mengemukakan pandangannya pada outlook perekonomian di antara pertemuan Global Interdependence Center di San Diego.
Pengakuan Presiden The Fed Atlanta sekaligus juga salah satunya anggota FOMC itu cukup optimistis serta condong meremehkan efek wabah virus Corona yang mengegerkan dunia dalam sekian waktu paling akhir.
Kami sudah lakukan 3 kali pemotongan suku bunga tahun kemarin serta keadaan perekonomian sekarang sedang ada di jalan positif. Kita harus menanti serta lihat lebih jauh efek dari 3x Rate Cut.
Ada beberapa rangsangan untuk ekonomi AS serta sebaiknya perekonomian semakin lebih tahan pada beberapa hal seperti ini virus Corona, kata Bostic waktu diwawancara.
Lebih jauh, Bostic menjelaskan, Jika wabah virus Corona ini jadi permasalahan global maka jadi hal yang tidak sama dengan yang kami ketahui sekarang.
Tapi, mengingat pengalaman kami di waktu dulu dengan beberapa hal semacam ini, karena itu kami fikir tidak ada kewajiban mengubah pandangan berkaitan suku bunga.
Bostic memperjelas jika inflasi yang konstan, lapangan kerja dekati posisi maximum, serta keadaan usaha dan investasi yang cukup cerah adalah signal jika sekarang ekonomi AS selalu kuat.
Pengakuan itu seakan menjawab pertaruhan pasar sekitar peluang Fed Rate Cut pada bulan Juni akan datang.
Faktanya, wabah Virus Corona lambat atau cepat akan berefek pada perekonomian AS, walau belum didapati berapa besar efeknya.
Selain itu, data paling baru dari Otoritas China memperlihatkan jika jumlahnya korban meninggal karena virus Corona sampai hari Senin telah sampai 414 orang.
Beberapa masalah baru disampaikan sudah menebar di lokasi tidak hanya kota Wuhan. Berita ini tentunya makin meningkatkan kecemasan pasar, khususnya sesudah berlangsungnya tindakan sell-off di pasar saham China pada awal minggu tempo hari.
Serta, Pemerintah China sendiri disampaikan minta pada aktor pasar supaya masih tenang dalam menanggapi wabah virus Corona.
Berita lain memperlihatkan jika pemerintah China yang awalnya menampik pertolongan AS, sekarang mulai mempersilakan ahli-ahli kesehatan asal Negeri Paman Sam untuk masuk ke negaranya serta menolong menangani wabah.
Langkah ini diambil jadi sisi dari kepatuhan China pada WHO. Awalnya, organisasi kesehatan dunia itu sudah berkali-kali menekan Beijing untuk menahan penebaran virus Corona lebih luas.






