Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Kebijakan Perdagangan Diharapkan Mensuport Harga Minyak

Kebijakan Perdagangan Diharapkan Mensuport Harga Minyak

673
0

Hedge fund menguber upside dalam minyak tengah melihat kekuatan persetujuan perdagangan serta pasar saham, walau ada pertanda jika minyak mentah AS mendekati $ 60 per barel dapat juga membawa supply serpih baru.

 

Minyak mentah penghubung Texas Barat yang diperdagangan di New York diperdagangan di seputar paling tinggi tiga bulan pada Selasa sebab tiga indeks saham penting Wall Street bertahan di lokasi positif dengan keinginan jika AS serta China akan menyelesaikan persetujuan untuk akhiri perang dagang mereka yang berlarut-larut.

 

Inggris diperdagangan Brent, patokan minyak global, dikit lebih rendah sesudah pemuatan kapal tanker tunjukkan export minyak mentah Iran tambah tinggi dari yang diinginkan pada Januari serta sekurang-kurangnya bertahan konstan bulan ini, sebab beberapa konsumen setia tingkatkan pembelian pada kemudahan dari sangsi AS.

 

Pengapalan minyak Iran rata-rata 1,25 juta barel /hari bph pada Februari, tambah tinggi dari prediksi sebelumnya, Reuters memberikan laporan.

 

WTI bergerak naik 50 sen di 0,9% ke $ 56,09 per barel. Brent, acuan minyak global, turun 14 sen, atau 0,2%, jadi $ 66,36 per barel. Tindakan harga ini hari condong dikit bearish buat saya sebab kami sudah kehilangan suport produk serta Brent dengan spread produk yang lebih lemah serta spread Brent yang lebih lemah, kata Scott Shelton.

 

Pertanyaannya ialah, apa pasar akan perduli mengenai semuanya sebab arus sudah berubah ke pembelian disamping CTA, kata Shelton, mengacu pada Commodity Trading Advisors, terminologi pasar untuk dana lindung nilai.

 

Data di hari Jumat tunjukkan manajer uang meningkatkan taruhan bullish mereka pada minyak AS sebesar 10%, paling besar semenjak akhir Agustus.

 

Dari tahun ke tahun, WTI naik seputar 23%, sesudah naik seputar $ 14 per barel dari rendahnya Malam Natal dibawah $ 43. Brent naik 22% pada tahun ini, naik seputar $ 12 per barel dari posisi paling rendah 24 Desember.

 

Sejumlah besar reli dalam minyak ialah dari hasil pemotongan produksi oleh Arab Saudi, yang sudah memotong produksi lebih agresif dibanding yang dikerjakan semenjak Desember untuk selamatkan pasar yang kehilangan 40% dari nilainya pada kuartal ke empat tahun kemarin.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses