Pasangan AUD/USD sudah sempat melompat sampai sampai posisi paling tinggi semenjak akhir Juli pada 0.6884 pada session Asia 11/9.
Walau Aussie sudah kembali melemah pada session New York, tapi tempat periode pendeknya masih didukung oleh pengakuan China tentang biaya import pada produk asal AS dan pernyatan petinggi bank sentra Australia RBA tentang program Quantitative Easing QE. AUD/USD condong flat di posisi 0.6858.
Pada session Asia, China meluncurkan daftar beberapa produk asal AS yang akan dikeluarkan dari daftar barang terkena biaya import.
Petinggi China beritanya sudah ajukan proposal pada Gedung Putih untuk meneruskan kembali pembelian beberapa produk agrikultur AS dalam usaha untuk menurunkan kemelut perdagangan di antara ke-2 negara.
Berita ini menyenangkan aktor pasar, tapi dilihat skeptis oleh analis. Walaupun ketetapan pemerintah China untuk mengecualikan beberapa barang AS dari biaya dapat menolong sentimen efek ini hari.
Kami tidak memandangnya jadi game-changer buat efek perang dagang, tutur Petr Krpata dari ING.
Sambungnya, Kami tidak menghadapi satu resolusi dalam tempo dekat, serta bahkan juga memprediksi eskalasi perselisihan dagang AS dengan China selanjutnya dalam beberapa waktu ke depan, lebih banyak biaya akandiberlakukan.
Selain itu, Aussie terima angin fresh penambahan dari pengakuan petinggi RBA di depan anggota parlemen Australia ini hari jika program Quantitative Easing QE peluang tidak diperlukan oleh Australia dalam kuartal akan datang.
Menurut RBA, suku bunga yang ada di tingkat 1 % menyiapkan amunisi mencukupi buat bank sentra untuk menyokong perekonomian tanpa ada butuh mengeluarkan program QE yang polemis.
Pengakuan itu menyebabkan banyak faksi untuk menilai kembali prediksi kebijaksanaan RBA. Tetapi, bank sentra Australia masih direncanakan akan jalankan pelonggaran moneter dalam beberapa waktu ke depan.
Alan Oster, pimpinan ekonom NAB, menjelaskan, Kami sudah merubah prediksi kami tentang kebijaksanaan moneter.
Awalnya, kami mengekspektasikan satu pemotongan suku bunga pada bulan November ke tingkat 0.75 %, dengan stimulus fiskal penambahan.
Saat ini kami mengekspektasikan pemotongan suku bunga selanjutnya sampai 0.5 % pada bulan Februari, bersamaan dengan waktu RBA menginformasikan gagasan kebijaksanaan inkonvensional mereka.
Selanjutnya, dia memberikan tambahan, Apabila pemerintah Australia tidak mengeluarkan stimulus fiskal yang lumayan besar.
Karena itu pemotongan suku bunga selanjutnya sampai 0.25 % pada pertengahan tahun 2020 dapat berlangsung, dengan adopsi kebijaksanaan moneter inkonvesional seperti QE.






